nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fintech Diprediksi Salurkan Kredit Rp20 Triliun hingga Akhir Tahun

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 20 Oktober 2018 19:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 20 320 1966718 fintech-diprediksi-salurkan-kredit-rp20-triliun-hingga-akhir-tahun-FTSJ7ZT99j.jpg Ilustrasi: Shutterstock

BOGOR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, penyaluran kredit pada bisnis Financial technologi (Fintech) dengan jenis Peer to Peer (P2P) lending cukup fantastis.

Berdasarkan data OJK, penyaluran pinjaman dari bisnis Fintech P2P Lending mencapai Rp11,7 triliun per Agustus 2018.

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi mengatakan, angka tersebut diperkirakan masih akan terus tumbuh hingga akhir tahun. Dari perkiraannya, penyaluran kredit bisnis ini bisa tembus Rp20 triliun hingga akhir 2018.

“Kalau kami liat tren pertumbuhannya kami antisipasi Rp18 triliun sampai Rp20 triliun. Karena angka Rp11,7 triliun tadi per Agustus, belum masukkan yang September dan Oktober,” ujarnya dalam acara media gathering di Hotel Ibis Style Bogor, Jawa Barat, Sabtu (20/10/2018).

(foto: shutterstock)

Menurut Hendrikus, berdasarkan data yang dia miliki, kontribusi terbesar jumlah peminjam masih berasal di pulau Jawa. Adapun kontribusi terbesar berasal dari Jawa Barat dengan pinjaman sebesar Rp2,5 triliun.

Hendrikus menilai, bahwa keberadaan bisnis fintech P2P lending akan semakin dirasakan manfaatnya di pelosok daerah Indonesia. Apalagi jika bisnis ini bisa menyasar dan menyalurkan pendanaan ke pelaku UMKM.

"Jumlah pinjaman di luar Jawa juga mulai merata. Kami selalu berusaha memastikan bahwa fintech P2P lending di Indonesia itu sehat," ucapnya.

Hendrikus menambahkan, hingga saat ini dana pinjaman yang disalurkan ada disekitar Rp5.000 hingga Rp2 miliar per orang. Adapun agregat borrower (peminjam) tercatat sudah mencapai 1,8 juta orang.

Sempat Sentuh Rp14.200 per Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat 0,53%

Kedepannya, Hendrikus menginginkan agar perusahaan Fintech lebih fokus pada jumlah peminjamnya dibandingkan nilai yang di pinjamnya. Sebab menurutnya, dalam inklusi keuangan yang dilihat bukan jumlah dana yang dipinjamkan melainkan banyaknya jumlah orang yang menikmati fasilitas tersebut.

“Kami tidak fokus pada lender atau pemberi pinjaman. Kami fokus pada borrower, berapa banyak orang bisa dilayani. Kami antisipasi sampai akhir tahun ini sampai 3 juta borrower,” jelasnya. (yau)

(rhs)

Berita Terkait

Financial Technology (Fintech)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini