nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rampungkan Divestasi Aset, Pelita Samudera Kantongi Dana Segar Rp196 Miliar

Kamis 25 Oktober 2018 12:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 25 278 1968788 rampungkan-divestasi-aset-pelita-samudera-kantongi-dana-segar-rp196-miliar-yYIjKOZeEy.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Emiten pelayaran, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) merampungkan divestasi aset perseroan yaitu Floating Loading Facility (FLF) Ratu Barito. Dari divestasi FLF tersebut, Pelita Samudera Shipping mengantongi hasil transaksi sebesar USD12 juta atau sekitar Rp196 miliar.

Dilansir dari Harian Neraca, Kamis (25/10/2018), perampungan divestasi aset tersebut ditandai dengan serah terima fisik unit FLF di galangan kapal di Cilegon, Banten pada Selasa 23 Oktober 2018. Transaksi aset tersebut sebelumnya telah disetujui pemegang saham dalam RUPS-LB yang dilaksanakan 20 September 2018.

Adapun, PSSI itu melepas FLF Ratu Barito pada PT Maritim Barito Perkasa.Setelah divestasi FLF “Ratu Barito”, PSS kini memiliki dan mengoperasikan armada yang terdiri dari 38 set kapal tunda dan tongkang, 3 unit FLF, 1 unit Floating Crane (FC), dan 1 unit Mother Vessel (MV) kelas Handymax dengan total kapasitas angkut dan kargo sebesar 468.000dead weight ton (dwt).

Baca Juga: Tak Lagi Rugi, Laba Pelita Samudera Shipping Naik 132% di 2017

Kata Sekretaris Perusahaan PSSI, Imelda Agustina Kiagoes, infrastruktur perseroan melayani lebih dari 30 pelanggan, terutama perusahaan tambang batu bara dengan kontrak spot dan jangka panjang, dan area operasi di Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Sumatra.

Perseroan mencatat pada tahun lalu telah menambah12 unit kapal tunda, 10 unit tongkang dan 1 unit MV kelas Handymax ke dalam armada operasional. Investasi itu untuk mengejar pertumbuhan permintaan kebutuhan energi berbasis batu bara Indonesia untuk produksi listrik nasional.

Baca Juga: Tambah Kapal, Pelita Samudera Targetkan Pendapatan Tumbuh 20%

Setelah merampungkan divestasi aset, perseroanberencana untuk berekspansi pasargunamendapatkan basis pelanggan yang lebih besar dengan menargetkan industri logam dan mineral dengan hasil dari divestasi aset dan juga didukung oleh dana internal dan eksternal. Sebelum tuntasnya transaksi divestasi aset, PSSImencatatkan laba bersihsemester I-2018 sekitarUSD4,1 juta, melonjak 20 kali lipat dibandingkan pencapaian sekitarUSD0,2 jutapadasemester I-2017. Pendapatan semester I-2018 tercatat USD31,1 juta, meningkat 56% dibandingkandenganUSD19,9 jutapada semester I-2017.

Divestasi aset tersebut akan membantu perseroan meningkatkan kapasitas pertumbuhan yang lebih kuat. Hingga akhir tahun 2018, perseroan menargetkan pendapatan tumbuh 20% dibandingkan 2017 yang tercatat senilai USD49 juta atau menjadi USD58,8 juta setara Rp 710 miliar. Direktur PT Pelita Samudera Shipping Tbk, Harry Tjhen pernah bilang, pertumbuhan pendapatan seiring dengan harga batubara yang diperkirakan tetap stabil di kisaran US$ 80 hingga USD100 per metrik ton hingga 2020 mendatang.

Selain itu, permintaan ekspor batu bara juga meningkat terutama dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara sehingga mendorong pertumbuhan jasa transportasi batu bara milik perseroan.”Jadi kalau kita melihat industri batubara kita cukup stabil mulai 2017 jadi supply dan demand ditopang juga dari banyaknya pembangkit dalam negeri yang akan dioperasikan secara maksimal. Kondisi ini membantu industri batubara, dimana akan dikerjakan oleh perseroan,”ungkapnya.

 (Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini