Fransiska Hadiwidjana, 28
Founder & CEO Prelo
Engineer sekaligus entreprenuer Fransiska Hadiwidjana adalah founder dan CEO Prelo, e-commerce yang berfokus pada penggunaan teknologi ramah lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Platform ini memungkinkan pengguna menjual barang bekas mereka atau menyewakannya.

Selain mengagas Prelo, Fransiska juga merupakan salah satu pendiri laboratorium AugMI, sebuah startup biomedis pemenang penghargaan di Silicon Valley dan telah dinobatkan sebagai salah satu dari sepuluh wirausaha teknologi wanita yang inspiratif di Asia Tenggara oleh Forbes.
Stanislaus Mahesworo Christandito Tandelilin, 27
Cofounder Sale Stock
Stanislaus Tandelilin adalah salah satu dari lima pendiri Salestock.com. Aplikasi dan platform yang ditujukan dengan tujuan membuat pakaian layak untuk kelas pekerja dan mereka yang hidup secara rurual. Bekerja untuk menjaga harga produk tetap rendah, Salestock.com menggunakan kecerdasan buatan untuk mengelola proses pengadaan dan rantai pasok dan menawarkan uang tunai pada pengiriman ke lebih dari 7.000 lokasi.

Perusahaan ini juga baru-baru ini menerima pendanaan sebesar USD27 juta. Mereka juga tengah mengkaji kemungkinan ekspansi ke luar negeri.
Muhamad Risyad Ganis, 25
Yohanes Sugihtononugroho, 25
Cofounders Crowde
Yohanes Sugihtononugroho dan Muhammad Risyad Ganis mendirikan Crowde pada 2016 dengan tujuan membantu petani kecil di Indonesia dalam mendapatkan akses permodalan. Platform ini memberi petani alternatif mendapatkan dana dari bank dan lintah darat.

Investor publik dapat berkontribusi minimal USD1 melalui pembayaran elektronik untuk mendukung berbagai proyek pertanian yang dapat dipantau secara online. Setelah panen dipanen, para investor menerima bagian dari keuntungan. Crowde diakui untuk layanan pertanian di kompetisi DBS-NUS Social Venture Challenge Asia 2017.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.