Fakta-Fakta Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh: Tangis Sri Mulyani Pecah

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Selasa 30 Oktober 2018 07:04 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 29 20 1970628 fakta-fakta-pesawat-lion-air-jt-610-jatuh-tangis-sri-mulyani-pecah-P2UhSdgBnw.jpg Foto: Sri Mulyani Menangis (Instagram Ditjen Pajak)

JAKARTA – Pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 610 dengan tipe pesawat Boeing 737 MAX 8 dikonfirmasi jatuh pada Senin 29 Oktober 2018 pagi ini. Informasi yang didapatkan Okezone, pesawat ini merupakan pesawat baru yang didapatkan Agustus 2018 lalu.

Berikut fakta-fakta jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 dari sisi ekonomi yang dirangkum Okezone Finance, Selasa (30/10/2018).

1. Jasa Raharja Akan Jamin Penumpang Korban Jatuhnya Pesawat

Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo menyampaikan, turut prihatin atas peristiwa ini dan seluruh penumpang pesawat nantinya akan terjamin perlindungan oleh Jasa Raharja.

"Bahwa berdasarkan UU No 33 dan PMK No. 15 tahun 2017, bagi korban meninggal dunia, maka Jasa Raharja siap menyerahkan hak santunan sebesar Rp50.000.000 dan dalam hal korban luka luka, Jasa Raharja akan menjamin Biaya Perawatan Rumah Sakit dengan biaya perawatan maksimum Rp25.000.000,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Senin (29/10/2018).

Baca Juga: Pesawat Lion Air JT 610 Meledak? Begini Jawaban Menhub

2. Tanggapan Boeing

Menanggapi insiden kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air JT-610, produsen pesawat yang memproduksi 737 MAX 8, Boeing merasa sangat sedih dengan hilangnya pesawat Lion Air JT-610. Pihak Boeing juga mengungkapkan rasa simpati kepada seluruh keluarga penumpang pesawat Lion Air. Atas musibah tersebut, Boeing siap memberikan bantuan teknis untuk investigasi kecelakaan.

3. Pesawat Boeing 737 Max Gunakan Teknologi Mutakhir

Dilansir dari website resmi Boeing (29/10/18), pesawat Boeing 737 MAX menggunakan teknologi mutakhir yang menjadikan pesawat ini pesawat (jet aircraft) terkenal sepanjang masa yaitu Boeing 737 itu sendiri. Boeing 737 Max didesain untuk memberikan pengalaman terbang yang nyaman bagi penumpang ke destinasi yang dituju.

 Baca Juga: 14 Kantong Jenazah Korban Lion Air JT-610 Sudah Terkumpul di RS Polri

Salah satu kelebihan yang dimiliki tipe pesawat ini adalah memiliki jajaran yang luas dan fleksibel, menawarkan penumpang agar tetap terhubung dengan kota-kota kecil termasuk rute transatlantic dan trans-continental.

4. Pesawat yang Menjanjikan Penerbangan Tepat Waktu

Pesawat ini juga menjanjikan penerbangan tepat waktu, mengurangi waktu delay dan teknologi yang kuat dan terkemuka, yaitu mesin LEAP-1B yang membantu efisiensi waktu dan penerbangan ramah lingkungan.

Setiap pesawat dilengkapi dengan desain baru yaitu Boeing Sky Interior, dengan sidewall dan jendela yang modern, juga lampu LED yang memperkaya rasa lega dalam pesawat, serta bagasi kabin yang lebih besar. Pesawat Boeing 737 MAX merupakan penjualan pesawat tercepat dalam sejarah Boeing dengan 4700 pemesanan dari lebih 100 pembeli dari seluruh dunia.

 Baca Juga: Tangis Sri Mulyani Pecah saat Temui Keluarga Pegawai Ditjen Pajak Korban Lion Air

5. Sri Mulyani Menangis ke Basarnas

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambangi kantor Basarnas di Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/11/2018). Sri Mulyani sendiri datang dengan mata yang berkaca-kaca.

Sri Mulyani mengatakan, kedatangannya ke Basarnas menyusul kecelakaan yang terjadi pada pesawat Lion Air pagi tadi. Pasalnya, pada pesawat tersebut terdapat pegawai Kementerian Keuangan.

6. Tangis Sri Mulyani Pecah Temui Keluarga Korban

Menteri Keuangan Sri Mulyani mendatangi keluarga pegawai Kementerian Keuangan yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air. Setidaknya ada 20 nama karyawan Kemenkeu yang ada di dalam pesawat tersebut.

Dilansir dari Instagram resmi Direktorat Jendral Pajak RI (29/1018), Sri Mulyani mengunjungi Crisis Centre Lion Air di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sri Mulyani menemui keluarga 12 pegawai Direktorat Jendral Pajak yang menjadi penumpang dalam kecelakaan udara tersebut.

7. 21 Pegawai Kemenkeu Jadi Korban Jatuhnya Pesawat

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah berduka tekait insiden jatuhnya Pesawat Lion Air JT610 dengan rute Jakarta-Pangkalpinang di Perairan Karawang, Jawa Barat, Senin pagi.

Pasalnya berdasarkan perkembangan data yang diterima Kemenkeu, dalam penerbangan tersebut terdapat 21 pegawai Kemenkeu yang turut menjadi korban.

8. Pegawai Kemenkeu Jadi Korban Pesawat Lion Air Jatuh Usai Rayakan Hari Oeang

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, pegawai Kementerian Keuangan yang berada di pesawat tersebut adalah untuk kembali ke kampung halamannya setelah menghadiri acara yang diadakan oleh Kementerian Keuangan pada Sabtu lalu. Adapun acara yang dimaksud adalah perayaan Hari Oeang ke-72 pada hari Sabtu lalu.

9. Jatuhnya Lion Air JT-610 Jadi Preseden Buruk

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan jatuhnya insiden Lion Air JT-610 ini merupakan preseden buruk bagi citra penerbangan di Indonesia yang sebelumnya Indonesia telah mendapatkan citra positif dari dunia.

“Citra penerbangan di Indonesia ini sebenarnya sudah mulai mendapatkan apresiasi positif di dunia internasional, baik dari Uni Eropa, FAA (Amerika) dan mendapatkan audit sangat tinggi dari ICAO,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Senin (29/10/2018).

10. YLKI Minta Kemenhub Awasi Lion Air

Selaku yayasan lembaga yang membela hak-hak seluruh konsumen di Indonesia, Tulus memaparkan beberapa catatan dari YLKI terkait tentang insiden kecalakaan yang hilang kontak ini.

“YLKI meminta Kemenhub (Kementerian Perhubungan) untuk memastikan bahwa penerbangan lainnya baik Lion Air dan atau maskapai lain, tidak ada masalah terkait teknis dan safety. Kemudian YLKI meminta Kemenhub untuk meningkatkan pengawasan kepada semua maskapai, baik terkait pengawasan teknis dan atau performa managerial. Terutama meningkatkan pengawasan ke managemen Lion Air,” katanya

11. Peraturan Menhub Tentang Kecelakaan Pesawat

Menurut Permenhub No. 77 Tahun 2011, penumpang yang mengalami kecelakaan pesawat (meninggal dunia) berhak mendapatkan kompensasi sebesar Rp 1.250.000.000/pax. Bahkan managemen Lion Air harus bisa memastikan keluarga/ ahli waris yang tinggalkan masa depannya tidak terlantar, ada jaminan biaya pendidikan/ beasiswa untuk ahli waris yang masih usia sekolah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini