Share

Laba Bersih Tumbuh 82,88%, Mark Dynamics Kantongi Rp58,73 Miliar

Senin 29 Oktober 2018 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 29 278 1970338 laba-bersih-tumbuh-82-88-mark-dynamics-kantongi-rp58-73-miliar-fIjPnu4Arz.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTAPT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membukukan laba bersih sebesar Rp58,73 miliar, meningkat 82,88% dibandingkan capaian perseroan pada periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp32,17 miliar. Pencapaian pada kuartal III/2018 ini sekaligus melampaui realisasi laba bersih perseroan sepanjang 2017 yang tercatat sebesar Rp49,25 miliar.

Presiden Direktur Mark Dynamics Indonesia, Ridwan mengatakan, kenaikan laba bersih perseroan didorong oleh peningkatan penjualan sampai kuartal III/2018 sebesar 35,24% ke level Rp240,45 miliar, atau dari periode sama tahun lalu yang sebesar Rp177,79 miliar.”Tercapainya penjualan pada periode ini bahkan lebih baik dari penjualan sepanjang 2017 yang sebesar Rp239,79 miliar. Capaian ini juga melampaui target yang ditetapkan manajemen,” ujarnya dikutip dari Harian Neraca, Senin (29/10/2018).

Baca Juga: Mark Dynamics Raup Laba Bersih Rp58,83 Miliar pada Kuartal III-2018

Ridwan menjelaskan, kinerja penjualan perseroan masih mengandalkan ekspor yang berkontribusi hingga Rp228,66 miliar atau 95,1% dari total nilai penjualan. Capaian ekspor tersebut juga meningkat 36,27% dibandingkan periode sama tahun lalu. Dari sisi penjualan hand former, perseroan mencatat penjualan sebesar 4,78 juta unit atau meningkat 28,5% dibandingkan yoy yang sebesar 3,72 juta unit.

ihsg

Ridwan menggarisbawahi capaian pada kuartal III/2018 juga menunjukkan upaya efisiensi perseroan berhasil. Pada kuartal III/2018, laba kotor emiten dengan sandi MARK tersebut mencapai Rp104,85 miliar, dengan margin laba kotor sebesar 43,61%. Pencapaian tersebut meningkat signifikan jika dibandingkan dengan laba kotor perseroan pada periode sama tahun lalu yang sebesar Rp63,88 miliar dan margin laba kotor sebesar Rp35,93%.

Baca Juga:  Mark Dynamics Catat Kenaikan Laba 132%, Jadi Rp49,2 Miliar

Selain itu, emiten produsen cetakan sarung tangan ini mencatat hingga kuartal III/2018 membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp80,83 miliar dengan marjin laba sebesar 33,62%, meningkat dari tahun lalu yang sebesar Rp44,65 miliar dan margin laba 25,12%.“Perseroan menjaga tingkat biaya yang rendah meskipun terjadi fluktuasi nilai tukar rupiah sepanjang triwulan ketiga 2018, di mana pos pendapatan beban dan lain-lain, kami mencatat laba selisih kurs sebesar Rp1,42 miliar setelah yoy sempat rugi Rp652,96 juta,” jelas Ridwan.

Dia menyebut produk cetakan sarung tangan akan terus meningkat seiring kenaikan produksi sarung tangan oleh pelanggan utama perseroan di Malaysia. Negeri Jiran merupakan pemasok sekitar 61% sarung tangan karet dunia. Pada tahun ini, Malaysia memprediksi dapat memasok hingga 63% dari kebutuhan pasar global. Malaysia menjadi pasar terbesar perseroan dibandingkan manufaktur sarung tangan domestik yang hanya menguasai 3% pangsa pasar. Pada level global, pertumbuhan industri sarung tangan mencapai 15% dengan Amerika Serikat merupakan importir terbesar.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini