nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta-Fakta Defisit Transaksi Berjalan, Paling Penting Trennya Menurun

Andrea Heschaida Nugroho, Jurnalis · Selasa 06 November 2018 15:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 06 20 1974059 fakta-fakta-defisit-transaksi-berjalan-paling-penting-trennya-menurun-NQDYioWBFc.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan bahwa transaksi berjalan (current account defisit/CAD) akan kembali mengalami defisit di Kuartal III 2018.

Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan Okezone, Selasa (6/11/2018).

1. Pemerintah akan membantu menekan defisit

Seiring dengan sejumlah langkah kebijkan yang ditempuh Bank Sentral juga pemerintah akan menekan defisit. Diantaranya langkah pemerintah dari implementasi penggunaan B20 serta kebijakan PT Pertamina menaikkan harga BBM jenis Pertamax cs pada pertengahan Oktober, yang memang defisit tertinggi selama ini berasal dari migas.

Baca Juga: Deputi BI: Kita Tidak Bisa Batasi Defisit Transaksi Berjalan

“Untuk keseluruhan tahun, kebijakan yang ditempuh selama ini akan kelihatan semakin nyata di kuartal IV-2018. Trennya CAD akan menurun lebih jauh. Sehingga kami masih melihat untuk keseluruhan tahun 2018 defisit masih di bawah 3% dari PDB. CAD di 2019 akan lebih turun lagi yang kami perkirakan 2,5% dari PDB," kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

2. Defisit terus menerus sejak Kuartal II

Kuartal II di tahun 2018, transaksi berjalan mengalami defisit sebesar USD8 miliar atau 3% terhadap PDB. Meningkat dari defisit transaksi berjalan di kuartal I-2018 yang sebesar USD5,7 miliar atau 2,2% PDB.

Baca Juga: Panggil Sri Mulyani Cs, Ini yang Dibahas Presiden Jokowi

3. Defisit Kuartal III merupakan akumulasi transaksi berjalan sejak bulan Juli

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, kondisi defisit pada kuartal III-2018 merupakan akumulasi transaksi berjalan dari bulan Juli, Agustus, dan September.

"Di kuartal III-2018 ini kan ada angka transaksi berjalan Juli dan Agustus, kalau dihitung kuartalnya masih Juli dan Agustus memang masih tinggi. Tapi Septembernya kan surplus. Sehingga, memang di kuartal III ya masih wajar kalau di atas 3% (dari PDB) tapi diperkirakan tidak akan lebih dari 3,5% (dari PDB)," katanya dalam acara media briefing di Kantor Pusat BI, Jakarta.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini