Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Jumat (9/11/2018) pukul 09.34 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 98 poin atau 0,68% ke level Rp14.637 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.620 per USD – Rp14.647 per USD.
Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah melemah ke Rp14.649 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.535 per USD – Rp14.649 per USD.
6. Perdagangan AS dan China menjadi salah satu penyebabnya Rupiah menguat
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, mengatakan bahwa pada awal bulan November ini, sentimen di pasar keuangan global cenderung membaik terindikasi dari pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara maju dan negara berkembang.
“Pelemahan dolar AS ini dilatarbelakangi oleh potensi resolusi dari negosiasi perdagangan antara pemerintah AS dan Tiongkok yang mendorong penguatan riskier assets. Tren penurunan harga minyak dunia juga mengurangi tekanan mata uang negara pengimpor minyak termasuk Rupiah,” ujarnya kepada Okezone, Rabu (7/11/2018).
7. Pelemahan Dolar dikarenakan kemenangan kubu Democrat pada Midterm Election di AS
Pelemahan dolar AS juga didorong oleh potensi kemenangan kubu Democrat pada Midterm Election. Sepanjang bulan November ini, investor asing membukukan pembelian bersih di pasar saham sebesar USD289,4 juta month to date (mtd).
“Sementara kepemilikan investor asing pada SBN juga cenderung meningkat sekitar USD340 juta mtd sehingga mendorong penurunan yield SUN bertenor 10 tahun sebesar 42bps (MTD) menjadi sekitar 8,13%. Foreign inflow yang meningkat sejak akhir bulan Oktober hingga saat ini telah mendorong penurunan volatilitas Rupiah menjadi sekitar 7,6% dari level 10% pada pertengahan bulan Oktober yang lalu,” jelas Josua.
8. Kebijakan kenaikan suku bunga acuan BI juga pemicu menguatnya Rupiah