nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

"Buah Manis" Paket Kebijakan Ekonomi XVI Kapan Bisa Dipetik?

Widi Agustian, Jurnalis · Sabtu 17 November 2018 11:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 17 20 1979087 buah-manis-paket-kebijakan-ekonomi-xvi-kapan-bisa-dipetik-RRb0UoFN9a.jpg Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah telah merilis paket kebijakan ekonomi XVI. Kebijakan ini resmi diluncurkan pada Jumat 16 November 2018. Ada tiga fokus dalam paket kebijakan ini, perluasan tax holiday, devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam dan relaksasi daftar negatif investasi.

Lalu, seberapa cepat "buah manis" dari paket kebijakan ini bisa dipetik?

"Investasi dulu (masuk), baru nanti kelihatan hasilnya. Jadi ini jangka menengah," kata Darmin, Jumat (16/11/2018) malam.

Baca Juga: Ada Kebijakan DNI, Warnet Boleh Dimiliki Asing

Dia melanjutkan, selain jangka menengah, dampak kebijakan ini juga bakal terasa dalam jangka waktu yang pendek. Khususnya di pasar keuangan."Dengan kebijakan itu, dikombinasi dengan kebijakan BI memberikan kepercayaan kepada pemilik dana untuk cepat masuk," kata dia.

Ada tiga poin kebijakan dalam Paket Kebijakan Ekonomi XVI, antara lain:

1. Memperluas Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan (tax holiday).

Tujuannya adalah untuk mendorong investasi langsung pada industri perintis dari hulu hingga hilir guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam hal ini, pemerintah menyempurnakan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 35/PMK.010/2018 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan.

 

2. Relaksasi DNI

Hal ini sebagai upaya untuk mendorong aktivitas ekonomi pada sektor-sektor unggulan. Kebijakan ini dapat membuka kesempatan bagi para Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) termasuk di dalamnya adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta Koperasi.

Masih dalam poin kedua, pemerintah juga melakukan perluasan kemitraan bagi UMKM dan Koperasi untuk bekerjasama agar usahanya dapat naik ke tingkat yang lebih besar. Pemerintah juga memberikan kesempatan bagi para Penanaman Modal Asing (PMA) untuk memiliki porsi saham yang lebih besar khusus bagi yang masih sepi peminat.

Baca Juga: Tax Holiday Diperluas Demi Meningkatkan Kecepatan dan Kemudahan Investasi

3. Memperkuat pengendalian devisa dengan pemberian insentif perpajakan.

Adapun pengendalian yang akan dilakukan adalah dengan memasukan Devisa Hasil Ekspor (DHE) dari ekspor barang-barang hasil ekspor Sumber Daya Alam (SDA) (pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan). Insentif perpajakan berupa pemberian tarif final Pajak Penghasilan atas deposito. Kewajiban untuk memasukkan DHE ini tidak menghalangi keperluan perusahaan yang bersangkutan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban valasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini