Share

BI Beberkan Tren Ekonomi Global yang Melambat

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 17 November 2018 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 17 20 1979217 bi-beberkan-tren-ekonomi-global-yang-melambat-mDZqcfiKAT.jpg Ilustrasi: Shutterstock

SOLO - Bank Indonesia (BI) menyatakan ekonomi global, saat ini tumbuh melandai dan tidak seimbang. Di mana, melandainya pertumbuhan ekonomi global itu, dipengaruhi oleh melambat pertumbuhan ekonomi negara maju, serta beberapa negara emerging market (EM).

"Perlambatan tersebut, juga disertai dengan divergensi yang semakin melebar antar negara," ujar Deputi Bank Indonesia Dody Budi Waluyo di Solo, Sabtu (17/11/2018).

Baca Juga: BI: Ketidakpastian Pasar Keuangan Global Masih Tinggi

Dia menjelaskan, bahwa The Fed diperkirakan masih akan melanjutkan normalisasi kebijakan moneter secara gradual. Sedangkan Eropa, mengambil kebijakan normalisasi berlanjutnya pengurangan pembelian asset keuangan, mempertimbangkan bahwa indikator ekonomi dalam negeri yang masih melambat.

"Kebijakan pada negara tersebut, mempengaruhi ketidakpastian di ekonomi global yang masih tinggi, dan berdampak pada peningkatan risiko, serta berlanjutnya outflow dari negara emerging market (EM)," jelasnya.

grafik

Dia menambahkan, pengetatan kebijakan moneter berbagai negara berlanjut. Seperti masih tingginya risiko ketidakpastian ekonomi global memicu harmonisasi kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga kebijakan untuk menarik modal.

"Perdagangan dunia dan harga komoditas cenderung melambat, volume perdagangan dan harga komoditas melambat, sejalan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi global dan masih tingginya risiko trade war. Harga minyak juga menurun dengan sejalan dengan pelonggaran sanksi Amerika Serikat (AS), terhadap negara Iran dan meningkatnya pasokan," ungkapnya.

Baca Juga: Jusuf Kalla Ajak Pengusaha Bersatu Dorong Perekonomian Negara Islam

Sebelumnya, di tengah tren perlambatan ekonomi dunia, pada triwulan III 2018 tumbuh cukup kuat, sebesar 5,17% (yoy), didukung permintaan domestik.

"Permintaan domestik tumbuh 6,40% (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan II 2018 sebesar 6,35% (yoy)," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini