nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Investor Merpati Suntikkan Uang Jaminan Rp250 Miliar

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 17 November 2018 13:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 17 320 1979146 investor-merpati-suntikkan-uang-jaminan-rp250-miliar-l15qVckumL.jpg Ilustrasi: Shutterstock

BANYUWANGI – PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA sebagai BUMN yang menangani restrukturisasi PT Merpati Nusantara Airlines menyatakan, Intra Asia Corpora sebagai investor siap menyuntikkan dana jaminan ke Merpati sebesar Rp250 miliar.

Direktur Utama Perusahaan Pengelola Aset Henry Sihotang mengatakan, Intra Asia Corpora cukup serius untuk kembali menerbangkan maskapai pelat merah tersebut. Hal ini terlihat dari rencana Intra Asia Corpora yang akan memberi uang jaminan kepada Merpati sebesar Rp250 miliar.

“Awalnya kami minta uang jaminan sebesar Rp500 miliar, tapi setelah negosiasi mereka sanggup memberi Rp250 miliar,” kata Henry saat menghadiri media gathering PT PPA di Banyuwangi, Jawa Timur, kemarin.

Baca Juga: Merpati Terbang Lagi, Kementerian BUMN Pelajari Putusan Pengadilan

Seperti diketahui, Merpati Nusantara Airlines berencana kembali beroperasi setelah dinyatakan lolos dari pailit oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga Surabaya. Intra Asia Corpora menyatakan kesiapannya memberikan suntikan dana hingga Rp6,4 triliun kepada Merpati.

“Kita ditugaskan untuk melakukan restrukturisasi sejak 2008, permasalahan di Merpati yaitu struktur organisasi dan utang yang besar yaitu Rp10,7 triliun dengan aset Rp1,2 triliun, akhirnya Merpati berhenti beroperasi Maret 2014 hingga izinnya dicabut Kemenhub,” papar dia.

Menurut Henry, Intra Asia Corpora merupakan salah satu dari ratusan investor yang sebelumnya dinyatakan berminat untuk bekerja sama dengan Merpati. Dari sekitar 100 investor, jumlahnya berkurang menjadi 12. Hingga akhirnya Intra Asia Corpora menjadi satu-satunya investor yang dinyatakan siap untuk menyuntikkan dana ke Merpati.

merpati

“Kita mencoba menjaring apakah ada investor yang berminat, dari 100 investor lalu jum lahnya berkurang menjadi 12, kemudian dipilih satu, yaitu Intra Asia Corpora,” akunya. Henry menambahkan, dalam proposal yang disampaikan kepada para kreditur, Intra Asia Corpora bahkan telah menyertakan rencana bisnis Merpati hingga 15 tahun ke depan.

Hanya saja mengenai detailnya, Henry tidak bisa mengungkapkannya. Meski demikian, dalam proposal tersebut, Merpati bersama investornya sudah mencantumkan kapan kewajiban utang perusahaan mulai dibayar hingga kapan kewajiban itu akan lunas.

“Jika dilihat proposal yang sudah dibuat, itu menurut kami sangat bagus dan masuk akal, tapi mereka perlu waktu untuk menyuntikkan dana Rp6,4 triliun,” ungkapnya. Henry juga menjelaskan, pengoperasian Merpati mampu menggerakkan perekonomian nasional.

Jika Merpati kembali beroperasi, investasi besar akan masuk ke Indonesia. Di sisi lain, penyerapan tenaga kerja akan masif, perusahaan penerbangan yang ada di Tanah Air semakin efisien, serta negara mendapatkan pajak.

Baca Juga: Merpati Akan Terbang Lagi, Kemenkeu: Harus Bayar Utang Dulu

Terpisah, pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan, beban yang dialami Merpati masih terlalu banyak. Misalnya permasalahan dengan total utang yang mencapai sebesar Rp10,7 triliun.

Di sisi lain, nama Merpati juga telah banyak dilupakan orang. Belum lagi banyak persoalan teknis lainnya yang harus dilakukan Merpati jika harus terbang lagi. “Izin Merpati sudah mati, jadi harus mengajukan izin baru, kemudian pesawat juga tidak ada, berarti harus mengadakan pesawat baru.

Banyak yang harus dilakukan Merpati,” kata Alvin saat dihubungi KORAN SINDO di Jakarta kemarin. Untuk itu, Alvin menyebut rencana menerbangkan kembali Merpati memang optimistis, tapi kurang realistis.

Dia khawatir dengan menghidupkan kembali Merpati akan menghilangkan tanggung jawab sejumlah pihak terkait yang menyebabkan maskapai Badan Usaha Milik Negara tersebut tutup.

“Saya khawatir itu hanya untuk menghilangkan kewajiban pejabat-pejabat itu karena kalau Merpati tutup, masih ada tanggung jawab yang harus diselesaikan,” tegas Alvin.

(Heru Febrianto)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini