nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Serahkan Penilaian Kredibilitas Investor Merpati ke Kementerian BUMN

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Minggu 18 November 2018 15:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 18 320 1979469 sri-mulyani-serahkan-penilaian-kredibilitas-investor-merpati-ke-kementerian-bumn-tP7HHOtB2l.jpg Foto: Merpati Airlines (Merpati)

TANGERANG - PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) mendapatkan investor yang siap menyuntikkan dana untuk restrukturisasi yakni Intra Asia Corpora. Investor ini siap memberikan dana hingga Rp6,4 triliun dengan dana jaminan sebesar Rp250 miliar kepada Merpati.

Hal ini semakin memperkuat rencana Merpati Nusantara Airlines kembali beroperasi setelah dinyatakan lolos dari pailit oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga Surabaya. Perusahaan penerbangan pelat merah ini berhenti beroperasi sejak tahun 2014 karena terlilit utang.

Baca Juga: Said Didu Ungkap Ada Dosa Garuda Indonesia ke Merpati, hingga Akhirnya Tersungkur

Menanggapi adanya investor tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pihaknya menyerahkan penilaian kredibilitas dari investor Merpati kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Tata kelola kredibilitas dari investor itu semuanya silahkan dari Kementerian BUMN," kata dia ditemui di Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, Tangerang, Minggu (18/11/2018).

Untuk diketahui Kementerian Keuangan merupakan kreditur terbesar dari utang yang dimiliki Merpati. Saat ini tercatat utang Merpati sebesar Rp10,7 triliun, sedangkan asetnya sebesar Rp1,2 triliun.

Sri Mulyani juga menyatakan, akan terus berkoordinasi dengan Kementerian BUMN dalam memaksimalkan aset Merpati. "Kita akan terus melakukan kerjasama dengan (Kementerian) BUMN untuk bagaimana menggunakan aset yang ada secara semaksimal mungkin," katanya.

Baca Juga: Investor Merpati Suntikkan Uang Jaminan Rp250 Miliar

Sebelumnya, Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatawarta mengatakan, Intra Asia Corpora untuk bisa berkomitmen melunasi seluruh utang kepada para kreditur.

“Intinya kami, ingin Merpati melakukan pelunasan utang kepada kreditur. Di mana hal tersebut merupakan salah satu penilaian terhadap komitmen investor kepada Merpati," ujar Isa di Jakarta, Kamis 15 November 2018.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini