Share

Menggiurkannya Pasar Indonesia untuk Produk Mainan

Kamis 22 November 2018 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 22 320 1981132 menggiurkannya-pasar-indonesia-menggiurkan-untuk-produk-mainan-IEi9c2W5JZ.jpg Mainan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia disebut mempunyai pasar terbesar dan terseksi di industri mainan untuk di Asia Pasifik. Pasalnya Indonesia yang mempunyai penduduk mencapai 250 juta ini, punya jumlah anak balita mencapai 24 juta. Sementara anak SD mencapai 32 juta, terlebih angka kelahiran setiap tahunnya mencapai 5 juta.

"Ini menjadi potensi market terbesar," ungkap Sekjen Asosiasi Maninan Indonesia Eko Wibowo dikutip dari Harian Neraca, Kamis (22/11/2018).

Baca Juga: 60% Mainan Impor dari China, Bagaimana Kondisi Industri dalam Negeri?

Berdasarkan hasil survey Sigma Research terhadap ibu yang memiliki bayi dan anak di bawah usia 2 tahun, diprediksi market size produk perlengkapan bayi di Indonesia mencapai Rp10,4 triliun. Bahkan angka tersebut mengalami pertumbuhan rata-rata lebih dari 12% per tahun. Meski potensi pasar yang cukup besar, sayangnya industri mainan masih dikuasai oleh mainan impor. Eko menyebut bahwa 70% mainan yang ada di Indonesia masih diimpor dari beberapa negara seperti China, Hong Kong bahkan Singapura.

mainan

“Infrastruktur dalam negeri yang belum siap untuk diproduksi dalam negeri, karena dinamika pasar mainan itu cepat sekali. Bahkan dari 30% porsi mainan yang diproduksi dalam negeri itu masih mengandalkan bahan baku impor juga. Seperti contoh baut, skrup dan tools lainnya itu masih impor, jadi pembuatannya di Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga: Toys R Us Tutup, Kesedihan Pelanggan Banjir di Sosial Media

Sandy Widianto dari Asosiasi Importir Mainan dan Distributor Indonesia mengamini pernyataan Eko. Menurut Sandy, banyak prinsipal dari luar negeri yang ingin masuk ke Indonesia namun regulasi yang cukup ketat. “Banyak sekali yang ingin masuk dan diringankan regulasinya di Indonesia. Akan tetapi kita melihat apa yang dilakukan pemerintah sudah cukup baik dalam menjaga kepentingan konsumen agar mainan yang masuk ke Indonesia bisa lebih terjamin,” jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini