nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saham Merpati Bisa Dimiliki Asing hingga 100%?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 23 November 2018 17:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 23 320 1981877 saham-merpati-bisa-dimiliki-asing-hingga-100-DaewqhX7Bk.jpg Merpati Airlines (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus melakukan kajian mengenai pelepasan saham (privatisasi) dari maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). Hal tersebut menyusul keinginan Kementerian BUMN untuk menerbangkan kembali menerbangkan maskapai tersebut.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan, kajian tersebut merupakan tindak lanjut dari diserahkannya kasus ini dari Kementerian Keuangan kepada Kementerian BUMN. Rencananya, pemerintah akan mengumumkan hasil kajiannya pada minggu depan.

"Minggu depan deh kita kasih berita. Kementerian Keuangan sudah serahkan ke kita. Privatisasilah, kan enggak ada presentasenya," ujarnya saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (23/11/2018).

 Baca Juga: Said Didu Ungkap Ada Dosa Garuda Indonesia ke Merpati, hingga Akhirnya Tersungkur

Menurut Aloy, nantinya pemerintah membuka kepemilikan asing untuk memiliki sebesar-besarnya.

"Kan enggak ada presentasenya. Iya bisa sampai seluruh kan ada valuasinya. Valuasinya belum," ucapnya.

Saat ini lanjut Aloy, pihaknya terus mempelajari bagaimana valuasinya. Khususnya bagaimana kemampuan dari investor untuk membeli Aloy.

Baca Juga: Sri Mulyani Serahkan Penilaian Kredibilitas Investor Merpati ke Kementerian BUMN

Seperti diketahui, hingga saat ini sudah ada investor yang tertarik menyuntikan modal kepada Merpati untuk bisa beroperasi lagi. Investor tersebut yakni PT Intra Asia Corpora yang akan menyuntikan dana sekitar Rp6,4 triliun.

"Kita pelajari homologasinya. Kalau di situ sudah diikat. Kan dulu sudah ditawarkan juga. Kalau itu memang sudah mengikat, kita rundingkan yang ada dulu karena dia kan sudah menangkan itu. Tapi kita harus lihat kemampuannya benar enggak," jelasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini