nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Industrialisasi dan Hilirisasi, Presiden Jokowi: Ekonomi Bisa Tumbuh 4 Kali Lipat

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 03 Desember 2018 10:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 03 20 1985983 industrialisasi-dan-hilirisasi-presiden-jokowi-ekonomi-bisa-tumbuh-4-kali-lipat-GoBaa8K4g3.jpg Foto: Taufik Okezone

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perhatian khusus terhadap neraca perdagangan Indonesia yang masih mengalami defisit pada bulan Oktober lalu.

Masih defisitnya neraca perdagangan Indonesia juga berdampak semakin membengkaknya Defisit Transaksi Berjalan (Current Account Deficit/CAD) Indonesia.

Seperti diketahui berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan pada Oktober 2018 mengalami defisit sebesar USD1,82 miliar. Sedangkan CAD pada kuartal III-2018 diperkirakan berada di atas 3% namun di bawah 3,5%.

"Problem besar (ekonomi Indonesia) adalah CAD. Kita tahu tapi kita tidak pernah mengeksekusi masalahnya sehingga dalam 3 tahun ini saya harus terus berkonsentrasi di sini," ujarnya dalam acara CEO Networking di Hotel Ritz Carlton SCBD, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Baca Juga: Presiden Jokowi: Berpuluh-puluh Tahun Problem Ekonomi Indonesia Defisit Transaksi Berjalan

Menurut Jokowi, kekayaan alam Indonesia begitu melimpah. Namun sayangnya, Indonesia kurang begitu memanfaatkan apa yang dimiliki.

Menurut Jokowi, selama beberapa tahun terakhir Indonesia selalu mengekspor barang-barang mentah. Sehingga ketika harga komoditas jatuh maka ekonomi Indonesia akan tumbuh tinggi.

Oleh karena itu, salah satu kuncinya adalah dirinya meminta kepada seluruh Menteri Ekonomi di Kabinet kerja untuk mendorong industrialisasi.

Dengan industrialisasi, maka Indonesia bisa meningkatkan nilai ekspornya. Sebab, barang-barang yang diekspor saat ini sudah tidak lagi barang mentah melainkan barang jadi.

"Negara kita melimpah batu bara, bauksit, ikan dan lain lain. Misalnya mineral bauksit setiap tahun jutaan ton. Pabrik kita mengimpor ton alumina, kuncinya industrilisasi dan hilirisasi kita tahu tapi kita enggak pernah mengerjakanya," jelasnya.

 Baca Juga: Di Depan CEO, Presiden Jokowi: Stop Impor dan Lakukan Hilirisasi

Jokowi juga menyebut jika hilirisasi industri bisa dilakukan, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa meningkat tajam. Bahkan Growth Domestic Produk (GDP) Indonesia bisa tumbuh empat kali lipat.

"Kalau kita bangun industrialisasi ini dari beberapa tahun lalu, maka GDP tumbuh 4 kali lipat. Saya mengajak seluruh CEO sektor riil agar segera industrialisasi dan hilirisasi," ucapnya.

Sebagai salah satu contohnya adalah bagaimana Indonesia selalu mengekspor batu bara sebesar 480 juta ton. Jika sejak dulu Indonesia melakukan langkah hilirasi maka batu bara mentah tersebut bisa menghasilkan LPG.

"Kalau sejak dulu ada hilirisasi, itu bisa untuk LPG bisa, bisa untuk. Tapi kenapa tidak dilakukan hilirisasi itu, karena kita keenakan kirim bahan mentah terus dapat uang. Kita tahu bahwa kita impor bijih itu 4 juta ton," jelasnya.

 Baca Juga: Cerita RI tentang Defisit Sejak Merdeka

Kemudian contoh lainnya adalah bagaimana Indonesia bisa menghemat impor minyak mentah. Sebab Indonesia bisa menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan 20% bauran minyak sawit.

Apalagi, Indonesia menjadi produsen terbesar kelapa sawit di dunia dengan 42 juta ton per tahunnya. Ini tentunya bisa dimanfaatkan untuk mengekspor dan juga untuk penggunaan dalam negeri lewat B20.

"Sekali lagi, ini akan mengurangi CAD karena impor solar bisa dikurangi dan dihilangkan" kata Jokowi.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini