nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usai Lepas Ekspor Motor, Presiden Jokowi Makan Bareng Karyawan Yamaha

Ade Rachma Unzilla , Jurnalis · Selasa 04 Desember 2018 18:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 04 320 1986771 usai-lepas-ekspor-motor-presiden-jokowi-makan-bareng-karyawan-yamaha-h7LouFBwKt.png Presiden Jokowi Lepas Ekspor Motor Yamaha (Foto: Facebook Presiden)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepas ekspor sepeda motor Yamaha produksi Indonesia yang ke 1,5 juta unit tepat di tahun ini. Usai melakukan hal itu, orang nomor satu di Indonesia ini menyantap makan siang ala prasmanan di kantin karyawan Yamaha Indonesia di kawasan Pulogadung, Jakarta.

“Santap siang ala prasmanan di kantin karyawan Yamaha Indonesia di kawasan Pulogadung, Jakarta, kemarin. Bukan makan siangnya saja yang nikmat, tapi setelahnya, saya senang bisa melepas ekspor sepeda motor Yamaha produksi Indonesia yang ke 1,5 juta unit tepat di tahun ini,” ujarnya dalam akun Facebook miliknya, Selasa (4/12/2018).

Baca Juga: Punya Kualitas Internasional, Produk Fesyen RI Dipromosikan di Pusat Mode Dunia

Presiden didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Presiden Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (PT YIMM) Minoru Morimoto.

Pada 2018, ekspor PT YIMM diproyeksi menembus 338.000 unit atau naik lebih dari 100% dibanding ekspor dua tahun lalu di 2016 sebesar 166.000 unit. Nilai ekspor yang dicapai tahun ini pun mencapai Rp13,2 triliun dengan tujuan ekspor antara lain Asia, Eropa, Afrika, Amerika Latin, dan Australia.

“Ini jumlah yang sangat besar. Sudah ekspornya tinggi, investasinya juga besar,” tulis Presiden.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Kita Keenakan Kirim Barang Mentah

Adapun tingkat Komponen Dalam Negeri (TDKN) sepeda motor yang di produksi PT YIMM sudah melebihi 94%.

Sementara itu, Menperin Airlangga Hartarto melaporkan, total produksi sepeda motor di Indonesia mencapai 6 juta unit pada 2017, dan jumlah ekspor hingga Oktober 2018 telah menembus angka 510 ribu unit. Artinya, sudah hampir mencapai target pemerintah, yakni 10% dari total produksi.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini