nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenkeu Cairkan Dana Talangan Defisit BPJS Rp2,2 Triliun Pekan Depan

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 17:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 06 20 1987757 kemenkeu-cairkan-dana-talangan-defisit-bpjs-rp2-2-triliun-pekan-depan-8ISPy1pdIO.jpg BPJS Kesehatan. Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyiapkan kucuran dana talangan kedua untuk pembayaran defisit BPJS Kesehatan sebesar Rp5,2 triliun. Pada pembayaran kedua ini pencairan terbagi dua yakni pertama Rp3 triliun yang sudah cair, kemudian sisanya Rp2,2 triliun pada pertengahan Desember 2018.

"Sudah cair Rp3 triliun, sisa Rp2,2 triliun, tanggal 14 lah (14 Desember), kalau jadwalnya tanggal 14 Desember," kata Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo ditemui di Gedung Ditjen Pajak, Kamis (6/12/2018).

Baca Juga:  Sri Mulyani Kucurkan Rp5,2 Triliun untuk Defisit BPJS Kesehatan

Dia menjelaskan, pemerintah akan terus melihat perkembangan dari perbaikan BPJS Kesehatan dalam menutupi biaya klaim dan tagihan kepada rumah sakit. Menurutnya, Kemenkeu memang siap bila kembali beri bantuan bila dibutuhkan, namun BPJS Kesehatan juga perlu perbaikan agar tak selalu minta dana talangan.

BPJS Kesehatan Targetkan Kepesertaan Layanan JKN-KIS Awal 2019 Naik 95%

"Kalau betul-betul dibutuhkan akan kami bantu tapi jumlahnya berapa. Kalau nanti kurang terus dan jumlahnya besar terus, ya kita enggak bisa seperti itu," katanya.

Oleh sebab itu BPJS Kesehatan diminta meningkatkan kolektivitas iuran. Pasalnya, banyak peserta yang tak memenuhi kewajiban pembayaran iuran.

Baca Juga: Utang BPJS Kesehatan Membeludak, Yuk simak faktanya!

"Yang menyebabkan bleeding adalah iuran non PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang sifatnya lebih ke sukarela. Selain itu banyak juga pengusaha bebas tapi setelah dia klaim sudah dirawat di rumah sakit enggak bayar lagi (premi). Nah kita minta supaya kolektivitas dinaikkan dong," kata dia.

"BPJS juga mengeluhkan enggak punya enforcement pemaksaan untuk menagih itu, sifatnya lebih kepada himbauan. Ini yang kita cari jalan tengahnya bagaimana," pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini