nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polemik Brexit Picu Pelemahan Rupiah

Jum'at 07 Desember 2018 12:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 07 278 1988065 polemik-brexit-picu-pelemahan-rupiah-HbVqxllD64.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebutkan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS sepanjang perdagangan kali ini karena penyesuaian sikap investor global yang merespon risiko dari dinamika persetujuan Brexit antara parlemen, pemerintah Inggris dan Uni Eropa. Penolakan dari parlemen Inggris soal Brexit menimbulkan koreksi teknikal di pasar finansial terhadap pergerakan kurs mata uang negara-negara berkembang termasuk nilai Rupiah.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah yang dikutip kantor berita Antara menyebutkan bahwa hal ini dipicu oleh 'risk-off' di pasar keuangan global terkait penolakan parlemen Inggris terhadap proposal Brexit. “Fenomena "Risk-Off" dapat diartikan sebagai kecenderungan investor untuk berhati-hati dalam berinvestasi karena risiko meningkat,” ujarnya, dikutip dari Harian Neraca, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Baca Juga: Pengusaha Yakin Rupiah Berada di Level Rp13.800 pada 2019

Nanang menekankan pelemahan Rupiah pada Rabu ini bukan karena masalah fundamental perekonomian dalam negeri. Ketika "risk-off", banyak investor yang membeli atau menarik kembali valuta asingnya sehingga menimbulkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Padahal selama satu bulan terakhir, investor banyak menanamkan modalnya pada aset berdenominasi rupiah, menyusul kenaikan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate yang terakumulasi sebesar 175 basis poin, meredanya perang dagang global dan sinyalemen dari The Federal Reserve yang mulai "melunak".

"Sehingga ketika terjadinya 'risk-off' di pasar keuangan global, banyak yang mengurangi posisi 'short' dengan membeli dolar. Itu merupakan dinamika pasar yang biasa dan temporer" kata Nanang.

Baca Juga: Perjalanan Rupiah, Paling Terpuruk pada Oktober dan Kini Bertengger di Rp14.200-an

Untuk menjaga sentimen terhadap nilai tukar rupiah, Bank Indonesia pada Rabu ini kembali membuka lelang pasar valas berjangka domestik (Domestic NDF). Dengan pelemahan Rabu ini sebesar 0,74%, Rupiah sejak awal tahun hingga 5 Desember 2018 melemah 5,0% (year to date/ytd), atau lebih rendah dibandingkan pelemahan mata uang negara-negara berkembang lain seperti Chili yang melemah 7,82%, India 9.32%, Afrika Selatan 9,91%, Rusia 13,7%, Brazil 14,05%.

Rupiah di 2019

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memprediksi mata uang rupiah akan menguat hingga di bawah Rp14 ribu per dolar Amerika Serikat pada 2019, mengingat tren harga minyak dunia sedang turun. Selain itu, kata Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani, ada upaya untuk mengurangi penggunaan mata uang AS itu dalam transaksi perdagangan. Ia menjelaskan bahwa pengusaha dapat menggunakan mata uang di luar dolar AS, tergantung dengan negara asal mitra dagang.

Dalam konteks itu, dia menyebutkan, mata uang Renminbi (RMB) dapat menjadi alternatif bagi para pengusaha, mengingat saat ini China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia.

"Nilai perdagangan antara Indonesia dan China per tahun mencapai USD60 miliar. Jadi kalau kita bisa konversi 20-30 persennya ke Renminbi, itu sudah bagus untuk mengurangi ketergantungan rupiah ke dolar AS," sebut Hariyadi usai menghadiri jumpa pers.

Apabila banyak pengusaha sudah mengurangi penggunaan dolar AS dalam bertransaksi, rupiah dapat menguat hingga Rp13.800-Rp13.900 per dolar AS.

Untuk mencapai sasaran tersebut, Hariyadi mengatakan, Apindo tengah melakukan pendataan terhadap perusahaan-perusahaan besar yang dapat diajak untuk melakukan konversi mata uang. "Tahapannya itu, kami mendata pemain-pemain besar. Setelah tercatat, lalu kita duduk bersama dengan Bank indonesia, serta pihak perbankan untuk mensosialisasikan rencana konversi mata uang, serta alasannya," jelas Hariyadi. Hingga saat ini, Hariyadi menyebut, Apindo telah mencatat 31 perusahaan besar yang akan diajak duduk bersama dengan BI untuk mewujudkan rencana konversi tersebut.

1 / 2
GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini