nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lewat Dana Desa, Presiden Jokowi Berhasil Perbaiki Infrastruktur di Pedesaan

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 10 Desember 2018 14:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 10 320 1989205 lewat-dana-desa-presiden-jokowi-berhasil-perbaiki-infrastruktur-di-pedesaan-mdKl7E6dwB.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA - Badan Pusat Staitistik (BPS) mencatat infrastruktur daerah dari tahun ke tahun sejak tahun 2014 hingga saat ini semakin membaik. Hal tersebut tidak terlepas dari fokus pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam membangun infrastruktur hingga ke pelosok pedesaan lewat dana desa.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kondisi infrastruktur di pedesaan sendiri saat ini mengalami kenaikan sekitar 5,42% sejak 2014 hingga 2018. Adapun kondisi infrastuktur pedesaan saat ini berada di angka 44,63% dari sebelumnya 39,21%.

"Kondisi infrastruktur (desa) naik dari 39,21% menjadi 44,63%," ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (10/12/2018).

Baca Juga: Hingga 2018, Presiden Jokowi Berhasil Kurangi 6.518 Desa Tertinggal

Adapun angka itu sendiri dilihat dari tiga indikator utama. Indikator pertama adalah bagaimana ketersediaan bahan bakar untuk memasak seperti (LPG), lalu yang kedua adalah bagaimana fasilitas buang air besar yang ada di desa tersebut dan yang terakhir adalah bagaimana ketersediaan fasilitas internet.

Adapun indikator pertama yakni ketersediaan pangkalan, agen penjual LPG meningkat sekitar 14% dari periode 2014-2018. Selanjutnya adalah jumlah keluarga yang menggunakan jamban sendiri untuk buang air besar juga meningkat hingga 24% dan terakhir adalah layanan pos yang ada di pedesaaan meningkat hingga 59%.

"Kemudian mengenai tempat pembuangan air besar di sana sebagian desa yang menggunakan jamban sendiri peningkatannya pesat 24%," ucapnya.

 Baca Juga: Bank Dunia Beberkan 2 Tantangan Bangun Desa

Sementara itu, dari sisi transportasi desa juga terus mengalami kenaikan dalam empat tahun belakangan ini. Saat ini transportasi di pedesaan sudah menyentuh angka 77% lebih baik dari empat tahun lalu yakni tahun 2014 yang hanya 73,50% saja.

"Dari sisi transportasi bergerak naik dari 73,50% menjadi 77%," ucapnya.

Angka itu sendiri dilihat dari tiga indikator utama. Indikator pertama adalah bagaimana waktu tempuh per kilometer dengan menggunakan transportasi menuju kantor camat, kemudian yang kedua adalah bagaimana waktu tempuh per km dengan menggunakan transportasi menuju ke kantor bupati dan yang terakhir adalah lalu lintas dan kualitas jalan.

Adapun indikator pertama yakni waktu tempuh menuju kantor camat di setiap desa selama empat tahun ini berhasil dipangkas dari yang tadinya rata-rata 1 jam 32 menit menjadi 34 menit saja. Sedangkan untuk menuju kantor bupati berhasil dipangkas cukup signifikan dari yang tadinya rata-rata sekitar 2 jam 44 menit hanya menjadi 1 jam 54 menit saja.

 Baca Juga: Desa Tertinggal Berkurang, Jumlah Sekolah hingga Rumah Sakit Meningkat

Sedangkan untuk kondisi jalan dan lalu lintas di pedesaan juga kini semakin baik. Pasalnya, jumlah jalan yang sudah di aspal atau beton meningkat sekitar 15% berdasarkan perhitungan dari 2014 hingga tahun 2018.

"Apa yang membuat bagus adalah waktu tempur per kilometer transportasi ke kantor camat turun menjadi 32 menit. Hal yang sama juga begitu dari waktu tempur per kilometer transportasi ke kantor bupati dan wali kota. Lalu lintas dan kualitas jalan untuk transportasi antar desa juga meningkat 15% dari 2014," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini