SURABAYA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, pesantren memiliki potensi yang besar untuk mendorong ekonomi syariah. Oleh sebab itu, penting untuk seluruh pesantren di Indonesia menerapkan ilmu kewirausahaan, sehingga memberikan kemandirian bagi pesantren tersebut. juga pada ekonomi nasional.
"Kalau bicara kemandirian (pesantren) itu artinya daya juang (santri) dan kewirausahaan. Pesantren itu daya juangnya tidak bisa dipertanyakan dan kemampuan bersaing sudah teruji tinggal kemampuan kewirusahaan harus ditingkatkan," kata dia dalam acara Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018 di Surabaya, Selasa (11/12/2018).
Baca Juga: Dorong Industri Halal, Gubernur BI: Masa Baju Koko Impor dari China
Dia menjelaskan, saat ini sudah terdapat beberapa pesantren yang memiliki unit usaha dan memiliki kemandirian ekonomi. Namun, ekonomi pesantren dapat lebih optimal bila kewirausahaan lebih ditingkatkan lagi.
Menurutnya, para santri harus memperdalam ilmu kewirausahaan, sambil beriringan dengan pembelajaran ilmu agama. "Pemberdayaan ekonomi itu fiqih. Jadi pesantren tidak hanya ngaji fiqih tapi juga ngaji sugih," kata dia.

Perry meyakini, pesantren bisa menjadi pendobrak ekonomi halal Indonesia untuk semakin maju. Pasalnya, negara dengan mayoritas penduduk muslim ini terbilang tertinggal dalam pengembangan ekonomi syariah dengan negara lainnya, seperti Malaysia, bahkan negara mayoritas penduduk non muslim seperti Thailand, China, dan Australia yang melakukan ekspor produk halal di dunia.
"Kita meyakini pesantren memiliki kemampuan daya dobrak untuk maju mendorong ekonomi halal Indonesia," ujarnya.
Baca Juga: Ekonomi Syariah Sebagai Pendorong Era Baru Ekonomi RI
Dia menyatakan, setiap pesantren yang sudah memiliki ilmu kewirausahaan yang baik serta perekonomian yang mandiri, bisa membantu pesantren lainnya, bahkan bisa saling menjalin kerjasama bisnis. Sinergi ini menjadi kunci untuk memberdayakan ekonomi pesantren dalam mengembangkan industri halal.
"Kalau ada pesantren dengan ekonomi yang maju, maka silaturahmi secara bisnis dengan pesantren lainnya. Jadi me-matching-kan bisnis pesantren satu dengan pesantren lainnya," jelasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)