Ditegaskan bahwa dalam menjawab soal, peserta mengandalkan kemampuan dan kompetensi pribadi serta dapat menggunakan waktu sebaik mungkin. Setiap pelamar mendapatkan soal yang disesuaikan jabatan yang dilamar. Untuk yang melamar pada jabatan yang sama, tipe soal yang diberikan pun diacak.
“Tidak boleh menyontek, karena dapat membahayakan diri sendiri. Intinya percaya diri," jelas Sri Rejeki. Selain mendapat lulusan yang pintar dan cerdas, diharapkan juga lulusan yang jujur, karena hal tersebut yang dibutuhkan oleh ASN milenial ke depannya. Diungkapkan pula bahwa harapan kelulusan peserta Seleksi CPNS 2018 ini paling tidak 90-95 persen formasi terisi.
Sesaat seusai tes dilaksanakan, salah satu peserta, Arinta Putri mengungkapkan bahwa soal-soal yang diberikan memiliki relevansi antara latar pendidikan dengan formasi yang dilamarnya.
“Untuk soal tidak terlalu kesulitan untuk menjawabnya, karena ada yang sudah dipelajari semasa kuliah. Untuk keseluruhan, menurut saya soal-soal ini sangat relevan dengan formasi yang saya lamar,” jelasnya.
Baca Juga: CPNS Ini Baru Melahirkan Caesar, Tetap Nekat Ikuti SKB