nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wapres Ingatkan Berhati-hati saat Investasikan Dana Haji

Kamis 13 Desember 2018 15:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 13 320 1990796 wapres-ingatkan-berhati-hati-saat-investasikan-dana-haji-IU0t1MInhz.jpg Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla mengingatkan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) agar berhati-hati dalam menginvestasikan dana haji yang dikelolanya, sehingga tidak mengalami kerugian. Investasi dari dana haji harus mampu memiliki nilai imbal hasil (yield) di atas inflasi dan juga nilai tukar, agar tidak merugi, demikian disampaikan Wapres dilansir dalam Harian Neraca, Kamis (13/12/2018).

"Jadi inilah rapat kerja daripada seluruh pimpinan staf, maka yang harus dibicarakan itu ini uang diapakan, kalau hanya berpegang kepada deposito-deposito pasti akan kalah dari inflasi dan kalah dari nilai tukar, pasti akan terjadi itu," katanya. Wapres mengatakan, usulan dana haji untuk diinvestasikan ke dalam sektor transportasi haji maupun penginapan untuk haji bukan hal yang baru. Sebelumnya, hal itu pernah dilaksanakan namun hasilnya kurang menggembirakan.

Baca Juga: Investor Eropa Minat Investasi di Industri Kapas RI

"Dulu PHI yang urus haji zaman tahun 50an, 60an 70an, itu beli kapal dan hasilnya rugi. Karena hanya dipakai dalam 3 bulan. Di samping itu dipakai di dalam negeri, rugi. Ada Tambora nama kapalnya itu, 2 sampai 3 kapal kalau tidak salah jadi pelayaran haji. Jadi ini sudah lama dipikirkan hal-hal ini," katanya. Untuk itu, menurut dia, bila berkeinginan investasi di sektor transportasi maupun penginapan haji perlu dikaji lebih dalam. "Ada yang pernah mau beli pesawat, saya bilang beli pesawat itu tidak mudah, Garuda saja rugi, yang lain bisa bermasalah, ngapain ngurus pesawat pula," katanya.

Wapres dalam kesempatan tersebut menyarankan investasi jangka panjang, yang tidak hanya bermanfaat bagi jemaah haji, namun juga dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Seperti sektor perkebunan sawit, sektor energi (listrik) maupun jalan tol. "Kalau pengalaman kita investasi jangka panjang yang mengatur kenapa tabungan haji beli kebun sawit di Sumatera, atau jalan tol, atau listrik, semua itu bisa, karena bagaimana dana haji ini bermanfaat, bukan hanya ke jemaahnya," katanya.

wapres

Sementara itu, dalam sambutannya Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu mengatakan target nilai dana kelolaan pada 2018 mencapai Rp111 triliun dana meningkat menjadi Rp121,3 triliun pada 2019. Dalam pembukaan acara tersebut juga disuguhi penampilan Dakwah Musikal Topeng Jazz dengan membawakan lagu ilir-ilir. Penampilan yang digawangi musisi Dwiki Darmawan tersebut, juga dimeriahkan oleh Kepala BPKH Anggito Abimanyu dengan memainkan flute.

Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Achmad Mustaqim mengatakan, jemaah haji tidak perlu khawatir pada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang menginvestasikan dana haji. Pasalnya, menurut politikus PPP tersebut, sesuai amanat undang-undang (UU) nomor 34 tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji, BPKH mempunyai tiga kewenangan. Pertama, menerima dana setor haji. Kedua, mengelola dana haji dan ketiga melaporkan pengelolaan dana haji.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini