nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menhub Beberkan Kinerja Transportasi dalam 4 Tahun, Ini Hasilnya

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 13 Desember 2018 15:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 13 320 1990797 menhub-beberkan-kinerja-transportasi-dalam-4-tahun-ini-hasilnya-ZFcJJquZc4.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memaparkan capaian kinerja sektor transportasi selama empat tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Seluruh sektor dari mulai Perhubungan Laut, Udara hingga Darat tidak luput dari capaian kinerja tersebut.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, dari perhubungan udara dirinya telah melakukan berbagai macam perubahan. Dari mulai penyediaan bandara hingga sistem keselamatan dalam penerbangan.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, selama empat tahun sudah ada 10 bandara baru yang dibangun dari mulai Bandara Kertajati di Majalengka, hingga Bandara Berau di Kalimantan Timur. Selain itu pemerintah juga melakukan 408 kegiatan revitalisasi.

 Baca Juga: Deretan Metode Transportasi Canggih Masa Depan, dari Mobil Terbang hingga Jetpack

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan juga telah menyediakan 51 unit pesawat latih dengan spesifikasi pesawat latih sayap tetap single engine, pesawat latih sayap multi engine sebanyak 5 unit dan pesawat latih sayap putar multi engine sebanyak 1 unit.

"Kami lihat di sektor udara, baik sektor swasta maupun kementerian kita banyak improvement pelayanan. Kita juga lihat sektor udara seperti membangun banyak bandara bersama Pemda, ada Kertajati (Bandara Jawa Barat), Berau (Bandara Kalimantan Timur) yang cukup membanggakan," ujarnya dalam acara paparan di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Sementara itu, dari sektor perkeretapian, pemerintah tengah menggencar membangun berbagai macam sarana dan prasaran berbasis rel. Tercatat selama empat tahun pemerintah mengaktivkan kembali jalur ganda sepanjang 735,19 kilometer, kemudian peningkatan 394,6 kilometer dan pembangunan stasiun atau bangunan operasional.

"Kereta bandara jadi suatu hal yang baik dengan suatu standar. Kita sudah punya 3, Jakarta, Medan, Palembang yang jadi blended pelayanan antar moda. Kemudian ada Kereta Bandara Minangkabau, jadi ada 4 kereta bandara yang hubungkan bandara dengan kota-kota," jelasnya.

 Baca Juga: Sistem Ganjil Genap di Jakarta Bakal Diperpanjang Lagi?

Sementara itu dari sektor laut, pemerintah juga telah menciptakan konektivitas antar wilayah lewat sektor maritim. Selama empat tahun pemerintah telah membangun 104 lokasi di seluruh Indonesia dan 100 unit kapal laut untuk mendukung tol laut.

"Sektor laut men-deliver angkutan barang berupa tol laut dan angkutan perintis sehingga saudara di bagian timur merasa juga NKRI," ucapnya.

Selanjutnya adalah di sektor perhubungan darat yang saat ini sudah semaki membaik. Salah satu buktinya adalah bagaimana kelancaran arus mudik Lebaran dan libur panjang di tahun 2018. Selama empat tahun tercatat pemerintah sudah melakukan rehabilitasi terhadap terminal tipe A sebanyak 65 unit dan pembangunan pelabuhan penyebrangan 21 lokasi.

Dari sisi penyediaan angkutan umum, pemerintah juga telah menyediakan 1.918 unit Bus Rapid Transit (BRT). Di mana dari jumlah tersebut diperuntukkan untuk bus sekolah 180 unit, angkutan umum sebanyak 100 unit dan pemandu moda sebanyak 18 unit.

"Sektor darat ditandai Alhamdulillah mudik Lebaran bisa diselesaikan lebih baik," ucapnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini