nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aljazair Contek Kesuksesan Program Sejuta Rumah Jokowi

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 13 Desember 2018 21:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 13 470 1991024 aljazair-contek-kesuksesan-program-sejuta-rumah-jokowi-AVugj16E3q.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Program satu juta rumah andalan Presiden Joko Widodo disebut-sebut banyak diminati oleh negara lain di dunia. Hal tersebut dipastikan usai pertemuan developer seluruh dunia yakni FIABCI World Congress di Bali.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid mengatakan, beberapa negara yang secara terang-terangan tertarik mengadopsi program sejuta rumah ini adalah mayoritas dari negara Afrika dan Amerika Latin. Sebut saja seperti negara Aljazair yang mana pimpinan negaranya mengajukan secara terang-terangan.

"Negara Aljazair, Amerika Latin, Afrika mereka yang tertarik tapi presidennya sendiri apresiasi. Kita coba promosikan ke negara lain," ujarnya dalam acara diskusi media di Jakarta, Kamis (13/12/2018).

 Baca Juga: Program Satu Juta Rumah Tembus 1.091.255 Unit

Menurut Khalawi, beberapa negara tertarik dengan program ini karena konsepnya. Di mana konsep dari program sejuta rumah adalah kerja gotong royong.

"Konsep yang gotong royong jni yang mereka tertarik tapi secara rata rata mereka jadi beban negara," ucapnya.

Menurut Khalawi, meskipun mengadopsi konsepnya namun jumlah rumah yang dibangun tidak sama seperti Indonesia. berdasarkan pernyataan Presidennya, sekitar 4.000 saja yang akan dibangun.

"Di Aljazair itu pemerintahnya yang membangunkan enggak sampai sejuta. Tapi bisa setahun mereka berapa ribu," jelasnya

 Baca Juga: Capaian Program Sejuta Rumah di Era Presiden Joko Widodo

Sebagai informasi, sebelumnya Real Estate Indonesia menyebut program satu juta rumah andalan Presiden Joko Widodo banyak diminati oleh developer asing dari seluruh negara. Tak tanggung-tanggung negara Amerika Serikat hingga Mesir mengaku tertarik untuk mengembangkan program tersebut di negaranya.

Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata mengatakan, banyak negara yang meminati program satu juta rumah andalan pemerintah untuk diterapkan di negara lain ia ketahui saat dirinya bertemu dan berbincang dengan developer dari negara-negara lain di dunia. Ketika itu, banyak sekali developer yang sangat antusias untuk bertanya apakah program serupa bisa diterapkan di negaranya.

"Saya juga baru tahu pas kemarin di Dubai ternyata produk rumah murah kita banyak diminati," ujarnya beberapa waktu lalu.

 Baca Juga: Bukan Mimpi, Milenials Bisa Punya Rumah dengan Uang Muka yang Rendah

Menurutnya, ada beberapa alasan mengapa banyak negara yang tertarik untuk menerapkan program sejuta rumah andalan Presiden Jokowi ini dinegara-negaranya. Pertama adalah dengan rumah murah, banyak sekali masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah bisa mendapatkan rumah yang layak.

Dan menurutnya itu sangat menarik minat negara-negara khususnya yang merupakan negara-negara berkembang. Bahkan lanjutnya, Menteri perumahan Mesir menemuinya langsung untuk bertanya mengenai detail dari program tersebut.

Selain itu lanjut Eman, hanya di Indonesia yang penyediaan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah dilakukan berkolaborasi dengan swasta. Karena dibeberapa negara, pemerintah peran swasta dalam menyediakan rumah murah masih sangat kecil sekali.

Bahkan menurutnya, peran pemerintah untuk mendorong swasta agar lebih terlibat justru relatif lebih besar. Salah satu contohnya adalah dengan diberikannya bantuan pinjam konstruksi (kredit konstruksi) hingga kredit pembiayaan perumahaan (KPR) kepada masyarakat.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini