nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Beberkan Bukti Sulitnya Keluar dari Defisit Neraca Dagang

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 17 Desember 2018 20:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 17 20 1992599 bi-beberkan-bukti-sulitnya-keluar-dari-defisit-neraca-dagang-j8VkWluyFA.jpg Bank Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia pada November 2018 mengalami defisit USD2,05 miliar. Defisit tersebut bersumber dari defisit pada neraca perdagangan nonmigas dan neraca perdagangan migas.

Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif Januari-November 2018 mengalami defisit sebesar USD7,52 miliar.

Bank Indonesia (BI) memandang defisit neraca perdagangan November 2018 tidak terlepas dari pengaruh dinamika permintaan global yang melandai dan harga komoditas yang menurun sehingga memengaruhi kinerja ekspor. Sementara itu, permintaan domestik yang masih kuat memengaruhi kinerja impor.

Baca Juga: Migas Masih Jadi Pemicu Terjadinya Defisit Perdagangan

Melansir keterangan BI, Senin (17/12/2018), ke depan, BI terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik, serta pengaruhnya terhadap neraca perdagangan. Dengan perkembangan neraca perdagangan hingga November 2018 tersebut, Bank Indonesia memprakirakan defisit neraca transaksi berjalan pada 2018 tetap berada dalam level yang aman, yakni di bawah 3% PDB.

Defisit neraca perdagangan nonmigas pada November 2018 sebesar 0,58 miliar, meningkat dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya yang sebesar USD0,39 miliar. Defisit ini dipengaruhi penurunan ekspor nonmigas yang lebih besar dari penurunan impor nonmigas.

Baca Juga: Defisit Neraca Dagang Bengkak hingga USD2,05 Miliar, Ini Kata Sri Mulyani

Penurunan ekspor nonmigas sebesar USD0,90 miliar (mtm) bersumber dari penurunan ekspor beberapa komoditas antara lain perhiasan atau permata, minyak kelapa sawit, batu bara, bubur kayu atau pulp, dan mesin peralatan listrik. Sementara itu, penurunan impor nonmigas sebesar USD0,71 miliar (mtm) terutama berupa barang modal dan bahan baku penolong, antara lain mesin peralatan listrik, bahan bakar mineral, ampas sisa industri makanan, serealia, serta mesin dan pesawat mekanik. Secara kumulatif Januari-November 2018, neraca perdagangan nonmigas masih mengalami surplus USD4,64 miliar.

Defisit neraca perdagangan migas pada November 2018 sebesar USD1,46 miliar atau meningkat dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya yang sebesar USD1,38 miliar. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh penurunan ekspor migas sebesar USD0,17 miliar terutama ekspor hasil minyak, minyak mentah, dan gas.

Penurunan ekspor migas terjadi di tengah impor migas yang juga turun sebesar USD0,08 miliar (mtm), baik minyak mentah, hasil minyak, maupun gas. Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan migas secara kumulatif Januari-November 2018 mengalami defisit USD12,15 miliar.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini