nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meski Turun 4,47%, Menkeu Soroti Impor Migas

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 17 Desember 2018 14:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 17 320 1992359 meski-turun-4-47-menkeu-soroti-impor-migas-oEgqxYVbdS.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data impor per November 2018 mencapai USD16,88 miliar. Laju impor ini mengalami penurunan 4,47% bila dibandingkan dengan Oktober 2018 yang sebesar USD17,62 miliar.

Sementara bila dibandingkan dengan realisasi impor pada November 2017 yang sebesar USD15,11 miliar, maka terjadi peningkatan sebesar 11,68%.

 Baca Juga: Defisit Neraca Dagang Bengkak hingga USD2,05 Miliar, Ini Kata Sri Mulyani

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, secara volume harian kinerja impor Indoensia cukup baik dibandingkan bulan sebelumnya. Apalagi setelah adanya kebijakan PPh impor yang dilakukan oleh pemerintah beberapa waktu lalu.

"Sebetulnya dari sisi volume harian menurun. Transaksi harian dari 1.147 komoditas yang HS kodenya kena PPh Impor," ujarnya saat ditemui di Komplek Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (17/12/2018).

 Baca Juga: Ekspor November 2018 USD14,83 Miliar, Turun 6,69%

Di sisi lain lanjut Sri Mulyani, pemerintah juga akan terus memperhatikan sektor-sektor yang dianggap masih tinggi angka impornya. Seperti salah satunya adalah sektor migas.

"Sektor lain, migas dan non migas harus perhatikan kemampuan industri dalam negeri untuk hasilkan subtitusi," ucapnya.

 Baca Juga: BPS: Impor November 2018 USD16,88 Miliar, Turun 4,47%

Mengenai neraca perdagangan secara keseluruhan, menurut Sri Mulyani, masih ada tekanan dari ekonomi global khususnya yang terkait dengan trade war alias perang dagang. Sebab menurutnya, meskipun saat ini perang dagang Amerika Serikat dengan China sedikit mereda namun masih dalam kondisi ketidakpastian.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit neraca perdagangan bulan November sebesar USD2,05 miliar, melebar dari defisit USD1,8 miliar di bulan Oktober. Ekspor Indonesia November 2018 mencapai USD14,83 miliar, sementara impor mencapai USD16,88 miliar.

"Namun kami juga memahami dinamika globalnya sedang sangat tinggi atau tidak pasti," ucapnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini