Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Migas Masih Jadi Pemicu Terjadinya Defisit Perdagangan

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Senin, 17 Desember 2018 |15:35 WIB
Migas Masih Jadi Pemicu Terjadinya Defisit Perdagangan
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

Sementara ekspor migas tercatat untuk minyak mentah sebesar USD380,7 juta atau turun 9,10%, hasil minyak USD118,1 juta atau turun 28,66%, serta gas USD872,6 juta atau turun 8,36%.

Adapun pada Oktober 2018 defisit minyak mentah tercatat sebesar USD476,9 juta dan defisit hasil minyak sebesar USD1,58 miliar. "Sementara gas masih terjadi surplus sebesar USD594 juta," lanjutnya.

Secara kumulatif Januari-November 2018, impor migas tercatat meningkat 22,16% atau sebesar USD6,05 miliar dari periode yang sama sebelumnya. Hal ini didorong naiknya impor seluruh komponen, yaitu minyak mentah yang meningkat sebesar USD2,43 miliar atau 38,98%, hasil minyak sebesar USD3,21 miliar atau naik 24,61%, dan gas meningkat sebesar USD407,5 juta atau naik 16,71%.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement