nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dana Kelolaan Syailendra Capai Rp20,25 Triliun

Agregasi Jum'at 21 Desember 2018 12:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 21 278 1994315 dana-kelolaan-syailendra-capai-rp20-25-triliun-ddHd25qbNz.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Hingga 19 Desember 2018, dana kelolaan alias asset under management (AUM) PT Syailendra Capital mencapai Rp20,25 triliun atau naik 101% dari posisi akhir tahun 2017 Rp10,04 triliun. Dengan catatan AUM itu, Syailendra Capital menembus 10 besar atau berada di posisi 8 sebagai manajer investasi dengan pengelolaan terbesar untuk reksa dana terbuka (non KPD dan RDPT).

Presiden Direktur Syailendra Capital, Fajar R Hidayat menuturkan, pencapaian AUM Syailendra Capital tidak lepas dari kehadiran 11 produk baru yang meluncur pada tahun 2018 ini,“Yang menjadi andalan adalah reksa dana indeks Syailendra MSCI Value Index Fund yang diluncurkan pada 8 Juni 2018,”ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Jumat (21/12/2018).

Baca Juga: Incar Dana Rp526,78 Miliar, Indo Multi Jasa Gelar Rights Issue

Selain keberadaan produk baru, Fajar mengungkapkan, perseroan telah memperluas jaringan distribusi pemasaran yang memperlihatkan perkembangan yang positif. Tahap awal perusahaan dalam ekspansi jaringan distribusi telah memperlihatkan hasil yang memuaskan.“Terutama melalui kerjasama dengan salah satu e-commerce terbesar di Indonesia yakni Tokopedia dan juga Bareksa sebagai marketplace penjualan reksa dana online terbesar di Indonesia,” kata Fajar.

Disampaikannya, Syailendra telah berhasil memperkenalkan reksa dana pasar uang yakni Syailendra Dana Kas. Sejauh ini, investor di Tokopedia reksa dana telah tumbuh 20 kali lipat sejak diluncurkan pada Maret 2018. Setelah membukukan AUM yang signifikan pada tahun ini, Syailendra Capital tetap optimis menyambut tahun 2019 meskipun merupakan tahun politik seiring dengan akan diselenggarakannya pemilu. Dimana perseroan menargetkan AUM tumbuh 30% atau menjadi Rp27 triliun.

ihsg

Fajar menerangkan, target pertumbuhan tersebut akan dicapai dengan cara berinovasi baik dalam produk produk baru maupun jaringan distribusi pemasaran, terutama pemasaran ritel. Hal ini akan dilakukan dengan cara terus mengembangkan kerjasama melalui Tokopedia dan Bareksa dan juga melalui jaringan distribusi ritel melalui platform digital yang akan diperkenalkan pada semester II tahun 2019.“Tingginya minat di Tokopedia dan Bareksa akan reksa dana menjadi alasan valid bagi Syailendra untuk mendorong edukasi bagi investor pemula,” jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini