Kekayaan ikon Chicago Bulls tersebut mencapai USD1,7 miliar. Dia berada di tangga keempat daftar selebritis terkaya versi Forbes . Meroketnya kekayaan Jordan bersumber dari kesuksesan bisnis sepatu Air Jordan dan kepemilikan saham sebesar 90% di klub basket Charlotte Hornets.
Sahamnya di Charlotte Hornets mencapai USD800 juta, sedangkan posisi pertama menjadi milik pembuat film George Lucas yang menciptakan Star Wars. Dia menjadi yang terkaya lewat total kekayaan bersih sebesar USD5,4 miliar (Rp78,2 triliun). Forbes menyebut harta Lucas berasal dari penjualan Lucas film kepada Disney senilai USD4,2 miliar pada 2012.
Atas transaksi superbesar itu, dia melampaui pembuat film Steven Spielberg (USD3,7 miliar) dan Oprah Winfrey (USD2,8 miliar).

Sepuluh selebritis terkaya AS memiliki kekayaan gabungan sebesar USD18,7 miliar, mendekati produk domestik bruto (PDB) Islandia yang mencapai USD23 miliar pada 2017.
“Total kekayaan selebritis AS terus meningkat di setiap tahun. Tahun ini, peningkatannya mencapai 4% dibanding tahun lalu,” ungkap Forbes .
Di dalam negeri hal serupa juga terjadi. Sejumlah selebritis Tanah Air banyak yang menambah pundi kekayaan lewat berwirausaha. Di antaranya Raffi Ahmad. Sebagai salah satu artis Indonesia terkaya ini memiliki jiwa kewirausahaan yang besar. Dia menggeluti bisnis kuliner, fashion , dan juga production house RA Pictures yang telah memproduksi beberapa film berbagai genre.
“Alhamdulillah, kalau dibilang sukses dalam berbisnis. Kelihatan makin banyak (berbagai bidang usaha), tapi semua itu dari nol,” ungkap Raffi.
Baca Juga: Kenaikan Kekayaan 50 Orang Terkaya RI Terjadi di Tengah Tekanan Rupiah
Dia mengatakan, menjadi seleb pasti memiliki jadwal yang padat. Namun, bisa disiasati dengan kerja keras agar mampu berwirausaha.
“Sekarang karena punya keinginan kalau umur 35 tahun, aku enggak kerja capek- capek lagi sehingga apabila anak sudah sekolah bisa punya waktu lama untuk keluarga,” imbuhnya.
Rekan Raffi, Ruben Onsu, juga merupakan artis yang sukses menjalankan bisnis kuliner lewat brand Geprek Bensu.
Selain gerainya bisa ditemui di seluruh Tanah Air, Geprek Bensu juga membuat terobosan membuka cabang di Hongkong hingga Belanda.
“Saya melihat punya potensi yang bagus dari bisnis ini dan kini terus berkembang,” ungkapnya. Pria kelahiran Jakarta, 15 Agustus 1983, ini menekankan, dalam menjalankan bisnis kuliner seseorang harus benar-benar mengenali bisnis apa yang akan dijalankan.