Kenaikan Kekayaan 50 Orang Terkaya RI Terjadi di Tengah Tekanan Rupiah

Andrea Heschaida Nugroho, Jurnalis · Sabtu 15 Desember 2018 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 15 320 1991702 kenaikan-kekayaan-50-orang-terkaya-ri-terjadi-di-tengah-tekanan-rupiah-v5URgJRvqL.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – Ketika total kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia melonjak menjadi USD129 miliar atau mencapai rekor tertinggi. Kenaikan kekayaan miliarder tersebut pun terjadi di tengah Rupiah melemah 5% terhadap dolar AS.

Melansir Forbes, Sabtu (15/12/2018), enam dari 10 orang terkaya di Indonesia lebih kaya dari setahun yang lalu termasuk Hartono bersaudara yang masih menduduki posisi pertama di satu dekade terakhir. Mereka didukung oleh kekuatan Bank Central Asia yang menyumbang 70% dari kekayaan mereka yang mencapai USD35 miliar.

Baca Juga: Kekayaan Bos Lion Air Group Menurun Rp2,46 triliun , Ada Hubungannya dengan Tragedi JT-610?

(Foto: Hartono Bersaudara masih menjadi orang terkaya nomor 1 di Indonesia)

Lalu juga ada Susilo Wonowidjojo yang naik ke peringkat kedua berkat kenaikan saham rokok kretek Gudang Garam. Perbedaan kekayaan Hartono bersaudara dengan Susilo Wonowidjojo mencapai 280%, perbedaan terbesar dari list Forbes manapun tahun ini. Lalu ada Bachtiar Karim di peringkat 21 yang naik 61% dari tahun lalu karena kenaikan yang signifikan dalam pendapatan minyak sawit Musim Mas.

Baca Juga: Bos Djarum Jadi Orang Terkaya Indonesia, Kekayaannya Meroket Rp401 Triliun dalam 10 Tahun

(Foto: Arifin Panigoro kembali masuk daftar orang terkaya Indonesia)

Secara keseluruhan, total kekayaan bersih 50 Orang Terkaya di Indonesia ini naik menjadi USD129 miliar menjadi rekor tertinggi, naik USD3 miliar dari tahun lalu yang hanya USD126 miliar. Nilai bersih minimum memiliki kenaikan yang signifikan sebesar USD150 juta sejak 2017 menjadi USD600 juta.

Di sisi lain, Rupiah melemah 5% dari dolar AS dengan beberapa harga saham menurun. Penurunan terbesar diderita oleh Soegiarto Adikoesoemo dengan penurunan kekayaan sekitar 42% karena melemahnya AKR Cokropindo dan Purnomo Prawiro, pemilik taksi Bluebird menurun lebih dari 25% karena maraknya perusahaan pesaing seperti Grab.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini