nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Asuransi Rumah Konvensional atau Syariah, Mana yang Lebih Baik?

Senin 24 Desember 2018 17:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 24 470 1995442 asuransi-rumah-konvensional-atau-syariah-mana-yang-lebih-baik-48KrttIuom.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Meski tidak sepopuler asuransi kesehatan, asuransi rumah sudah banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Bahkan menurut pengamatan Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Dadang Sukresna, bisnis asuransi kendaraan dan properti memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan angka statistik asuransi. Seperti yang kita ketahui, rumah merupakan aset yang bernilai tinggi.

 Baca Juga: Aspek Penting dalam Memilih Asuransi Rumah

Untuk itu, sebagai pemilik atau pengusaha properti sudah seharusnya Anda memberikan perlindungan maksimal melalui asuransi rumah. Terdapat jenis asuransi properti bersifat konvensional atau syariah yang bisa dipilih. Berikut penjelasan mengenai perbedaan jenis asuransi properti tersebut seperti dikutip Orento, Jakarta, Senin (24/12/2018).

 

1. Mengenal Perbedaan Asuransi Properti Syariah dan Konvensional

Asuransi rumah syariah berjalan sesuai dengan prinsip asuransi syariah pada umumnya. Perjanjian dibuat atas dasar tolong-menolong antar peserta asuransi. Nantinya, dana tabarru (dana tolong-menolong) dari peserta akan disimpan dalam rekening bersama.

Apabila terjadi musibah pada salah satu peserta, maka pemegang amanah dalam hal ini adalah perusahaan asuransi akan mengambil dana dari rekening bersama dan memberikannya kepada peserta asuransi yang tertimpa musibah.

 Baca Juga: 4 Langkah Memilih Asuransi Rumah Terbaik

Bagi Anda yang ingin menghindari riba, produk ini bisa menjadi solusi yang aman. Tak terbatas untuk muslim, asuransi syariah juga bisa digunakan oleh pemeluk agama lain.

Agar prinsip syariah diterapkan secara benar, prosesnya akan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah di bawah naungan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Bagaimana dengan asuransi konvensional? Perjanjian asuransi yang dibuat berdasarkan akad jual beli. Uang yang disetorkan oleh nasabah menjadi milik perusahaan. Mengapa demikian? Karena apabila terjadi musibah, uang yang diterima oleh pihak tertanggung berasal dari dana perusahaan asuransi.

2. Keuntungan Memiliki Asuransi Properti

Apabila terjadi musibah, segala kerugian yang timbul akan ditanggung oleh perusahaan asuransi. Berdasarkan layanan yang diberikan, umumnya asuransi properti terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

- Asuransi All Risk

Asuransi properti all risk memiliki cakupan risiko yang lebih luas. Jaminan yang diberikan oleh asuransi properti all risk di antaranya kerusakan rumah karena bencana alam, kriminalitas (pencurian atau pembongkaran dengan paksa), kerusakan akibat orang ketiga (anggota nonkeluarga), kebakaran, dan rumah rusak akibat tertabrak kendaraan orang lain.

 Baca Juga: MNC Insurance Ingatkan Masyarakat Pentingnya Asuransi Gempa Bumi

Bukan hanya menanggung kerugian akibat properti rusak, asuransi all risk biasanya memberikan perlindungan diri atas pemilik polis.

- Asuransi Kebakaran Indonesia

Sesuai dengan namanya, asuransi jenis ini memberikan perlindungan atas properti yang rusak karena kebakaran yang disebabkan oleh sambaran petir, ledakan, asap, kejatuhan pesawat terbang, dan kebakaran yang terjadi akibat ketidaksengajaan (arus pendek).

Itulah penjelasan singkat mengenai asuransi properti syariah dan konvensional beserta keuntungan memiliki asuransi bangunan untuk kelancaran bisnis properti.

Untuk mendapatkan asuransi rumah terbaik, silakan menyesuaikannya dengan kebutuhan.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini