Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pentingnya Infrastruktur Sistem Peringatan Dini Tsunami

Rany Fauziah , Jurnalis-Selasa, 25 Desember 2018 |16:22 WIB
Pentingnya Infrastruktur Sistem Peringatan Dini Tsunami
Kondisi Pasca Tsunami Selat Sunda (Foto: Okezone)
A
A
A

“Sistem Peringatan Dini Tsunami BMKG baru akan bekerja jika sumber tsunaminya adalah gempa tektonik. Sistem peringatan dini yang sumbernya bukan dari gempa tektonik seperti saat ini tidak tersedia di BMKG,” ujarnya.

Kejadian tsunami kali ini mengingatkan kembali pada hasil penelitian Widjo Kongko yang disampaikan pada seminar tertanggal 3 April 2018 lalu dalam paparannya bertajuk “Potensi Tsunami Jawa Barat” yang merupakan hasil dari sejumlah skenario pemodelan.

Widjo mengatakan bahwasanya PII siap untuk melakukan kajian perihal mitigasi kebencanaan khususnya yang disebabkan tsunami bersama dengan stakeholder lainnya.

Menurutnya lagi, pemerintah harus mendorong penegakan hukum atas regulasi terkait dengan kelola tata ruang pemanfaatan daerah pesisir berbasis kebencanaan, terutama penentuan Batas Sempadan Pantai sesuai dengan Perpres No.51 Tahun 2016.

“Perpres mengamanatkan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam Perda (RT/RW) Kabupaten/Kota, dimana penghitungan batas sempadan pantai untuk daerah tertentu yang berpotensi tsunami juga harus memperhatikan perlindungan terhadap gempa dan atau tsunami. Jadi tidak semua daerah garis sempadan pantainya sama 100 m,” tutur Widjo.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement