nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta-Fakta Dampak Tsunami Banten dan Lampung, Apa Dampak Ekonominya?

Jamilah, Jurnalis · Sabtu 29 Desember 2018 08:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 28 320 1997056 fakta-fakta-dampak-tsunami-banten-dan-lampung-apa-dampak-ekonominya-XIt94SV3ZQ.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pasca bencana tsunami yang melanda Selat Sunda dan Lampung menimbulkan banyak dampak kerusakan mulai dari infrastruktur, listrik mati di beberapa daerah bahkan penurunan penumpang kapal.

Berikut beberapa fakta yang terangkum dampak yang ditimbulkan akibat tsunami yang melanda Banten-Lampung, Jakarta, Sabtu (29/12/2018):

1. Dampak kerusakan tsunami di Tanjung Lesung mencapai Rp150 miliar

PT Jababeka Tbk (KIJA) memperkirakan dampak keusakan akibat tsunami mencapai Rp150 miliar. Kabar baiknya bangunan yang rusak akibat tsunami di sekitar Tanjung Lesung, Banten sudah diasuransikan.

”Semua gedung telah diasuransikan, jadi semua kerugian dapat ditanggung dari asuransi," kata Direktur Utama Jababeka, SD Darmono, dikutip dari Harian Neraca, Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Baca Juga: Nilai Eksposur Asuransi Akibat Tsunami di Selat Sunda Capai Rp15,9 Triliun

Meski demikan, Darmono yakin kawasan tersebut masih akan berkembang sebagai destinasi wisata. Apalagi Tanjung Lesung telah menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Untuk itu, pihaknya tetap berupaya agar para investor tetap percaya untuk menanamkan modal di situ. Hotel-hotel di kawasan tersebut juga akan mulai dioperasikan kembali pada 1 Januari 2019.

2. Aliran Listrik Pasca Tsunami Banten-Lampung Pulih 100%

PT PLN (Persero) terus berupaya memulihkan listrik pasca tsunami Banten-Lampung. Sekitar lima hari setelah tsunami, perbaikan infrastruktur kelistrikan sudah pulih hingga 100%.

Alat Berat Bersihkan Puing Rumah Pascatsunami di Desa Sumber Jaya Banten

“Di Pandeglang dari 248 gardu distribusi yang padam, PLN sudah berhasil me-recovery 243 gardu distribusi. Sisanya dinyalakan dengan genset dan lainnya tidak dinyalakan karena sudah tidak berpenghuni,” ujar Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka di Jakarta.

Made menambahkan, selain fokus memperbaiki kelistrikan di Pandeglang dan Lampung, PLN juga memberikan penerangan 22 posko pengungsian yang berada di Pandeglang.

3. Jumlah Penumpang Kapal Turun

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa efek dari terjangan tsunami di Selat Sunda mengakibatkan penurunan jumlah penumpang yang menggunakan jasa Pelni dikarenakan masyarakat kini sangat waspada.

Baca Juga: Listrik Telah Pulih 100% Pasca-Tsunami Selat Sunda

"Pelni sejauh ini baik. Hanya saja mungkin masyarakat berhati-hati untuk menggunakan jasa Pelni. Sehingga penumpangnya agak menurun sedikit," papar Menhub usai ramp check armada bus di lokasi wisata Tawangmangu, Karanganyar, Kamis (27/12/2018).

Meski begitu, Menhub bersyukur saat Tsunami menerjang selat Sunda, tidak terjadi apa-apa pada seluruh kapal penyeberangan. Kendati saat itu ombak cukup tinggi menerjang, namun kondisi kapal dan penumpang saat itu seluruhnya selamat.

Alat Berat Bersihkan Puing Rumah Pascatsunami di Desa Sumber Jaya Banten

4. Nilai Eksposur Risiko Tsunami di Selat Sunda

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyatakan, berdasarkan database eksposur risiko yang tercatat melalui sesi risiko gempa di PT Reasuransi Maipark Indonesia, total eksposur asuransi nasional yang berlokasi di provinsi Banten dan Lampung sebesar Rp307 triliun yang terdiri dari 17.843 risiko. Dari nilai eksposur tersebut, paling tidak ada sekitar 191 risiko senilai Rp15,9 triliun yang berlokasi di bibir pantai.

"Risiko yang berada di daerah pantai inilah yang kemungkinan terdampak tsunami pada 22 Desember 2018 lalu," ujar Direktur Eksekutif AAUI Dody S. Dalimunthe dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari Harian Neraca, Jakarta, Jumat (28/12/2018).

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini