Selanjutnya, keseimbangan primer sebesar Rp 4,1 Triliun, merupakan surplus keseimbangan primer sejak 2011, hal ini dinilai Sri Mulyani sebagai suatu prestasi.

“Kita akan terus menjaga APBN dan Keuangan Negara secara profesional, hati-hati dan bertanggung jawab. Kita terus melakukan pembiayaan yang inovatif baik melalui kerja sama pemerintah dan Badan Usaha/ Swasta maupun dengan "Blended Finance".
Agar Partisipasi swasta dan masyarakat terus meningkat, sehingga mereka ikut memiliki proses dan proyek pembangunan,” ujarnya.
Sebagai otoritas fiskal, Kementerian Keuangan terus bekerjasama dengan Bank Indonesia, OJK, dan LPS untuk menjaga stabilitas sektor keuangan termasuk mencegah terjadinya krisis keuangan. Hal itu dirasa penting dalam menjaga kepercayaan.
