nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertama Kalinya Pemerintah Tak Rombak APBN Perubahan dalam 15 Tahun

Rikhza Hasan, Jurnalis · Selasa 01 Januari 2019 14:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 01 20 1998533 pertama-kalinya-pemerintah-tak-rombak-apbn-perubahan-dalam-15-tahun-w9z7Nt8AA5.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani

JAKARTA - Untuk pertama kali dalam 15 tahun, pemerintah tidak mengajukan perubahan dalam 15 tahun dan tidak mengajukan perubahan UU APBN 2018. Hal tersebut dinilai mendorong semua kementerian/lembaga fokus menjalankan rencana anggara secara penuh.

“Saya berterimakasih atas kerja sama dan capaian oleh semua lembaga dan kementerian. Kita juga terus memperbaiki kualitas pengelolaan dan pemanfaatan asset negara, diantaranya melalui revaluasi asset,” jelasnya.

Selain itu, Sri Mulyani juga mengatakan bahwa APBN 2018 kali ini ditutup dengan capaian yang sangat baik. Berikut empat poin yang dipaparkan oleh Sri Mulyani, dikutip dari keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (1/1/2019).

Penerimaan negara, seperti pajak, bea cukai, dan penerimaan negara bukan pajak tumbuh tinggi dan sehat.Disisi lain, Belanja negara di pusat maupun daerah terealisir dengan baik.

Kemudian, pembiayaan mengalami kontraksi, dengan defisit APBN sebesar 1.72% dari PDB, jauh lebih rendah dari angka UU APBN 2018 sebesar 2,19% yang merupakan defisit terkecil sejak 2012.

Selanjutnya, keseimbangan primer sebesar Rp 4,1 Triliun, merupakan surplus keseimbangan primer sejak 2011, hal ini dinilai Sri Mulyani sebagai suatu prestasi.

“Kita akan terus menjaga APBN dan Keuangan Negara secara profesional, hati-hati dan bertanggung jawab. Kita terus melakukan pembiayaan yang inovatif baik melalui kerja sama pemerintah dan Badan Usaha/ Swasta maupun dengan "Blended Finance".

Agar Partisipasi swasta dan masyarakat terus meningkat, sehingga mereka ikut memiliki proses dan proyek pembangunan,” ujarnya.

Sebagai otoritas fiskal, Kementerian Keuangan terus bekerjasama dengan Bank Indonesia, OJK, dan LPS untuk menjaga stabilitas sektor keuangan termasuk mencegah terjadinya krisis keuangan. Hal itu dirasa penting dalam menjaga kepercayaan.

“Kemenkeu tidak boleh berhenti untuk mereformasi dan mentransformasikan organisasi agar terus mampu menjawab tantangan gejolak global, perubahan teknologi di era digital dan bonus demografi yang segera berakhir,” ujarnya.

Atas pencapaian yang telah diraih, Sri Mulyani kerap mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran Kemenkeu dengan dukungan keluarga. Serta para pekerja di kantor pelayanan, di lapangan, di kantor wilayah, di perbatasan, di laut lepas, dan di kantor pusat.

“Terima kasih atas dedikasi dan keikhlasan semua dalam menjalankan tugas. Kita jaga estafet tanggung jawab menuju cita-cita kemerdekaan. Terima kasih kepada Presiden Jokowi dan Wapres Kalla, sehingga kita mampu bekerja memberi yang terbaik untuk Indonesia,” pungkasnya.

(rhs)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini