JAKARTA - Untuk pertama kali dalam 15 tahun, pemerintah tidak mengajukan perubahan dalam 15 tahun dan tidak mengajukan perubahan UU APBN 2018. Hal tersebut dinilai mendorong semua kementerian/lembaga fokus menjalankan rencana anggara secara penuh.
“Saya berterimakasih atas kerja sama dan capaian oleh semua lembaga dan kementerian. Kita juga terus memperbaiki kualitas pengelolaan dan pemanfaatan asset negara, diantaranya melalui revaluasi asset,” jelasnya.
Selain itu, Sri Mulyani juga mengatakan bahwa APBN 2018 kali ini ditutup dengan capaian yang sangat baik. Berikut empat poin yang dipaparkan oleh Sri Mulyani, dikutip dari keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (1/1/2019).

Penerimaan negara, seperti pajak, bea cukai, dan penerimaan negara bukan pajak tumbuh tinggi dan sehat.Disisi lain, Belanja negara di pusat maupun daerah terealisir dengan baik.
Kemudian, pembiayaan mengalami kontraksi, dengan defisit APBN sebesar 1.72% dari PDB, jauh lebih rendah dari angka UU APBN 2018 sebesar 2,19% yang merupakan defisit terkecil sejak 2012.