Share

Defisit APBN 2018 Rp259,9 Triliun, 1,76% dari PDB

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 02 Januari 2019 18:56 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 02 20 1999127 defisit-apbn-2018-rp259-9-triliun-1-76-dari-pdb-RLnEnTOWnN.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir 2018 sebesar Rp259,9 triliun atau 1,76% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Realisasi ini berada.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, defisit tersebut berada di bawah target awal tahun yang ditetapkan sebesar Rp 325,9 triliun atau 2,19% dari PDB.

"Defisit ini juga jauh lebih kecil dari angka defisit tahun lalu yang mencapai Rp341 triliun jadi penurunannya Rp 80triliun," ujar dia dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu (2/1/2018).

Baca Juga: Penerimaan Negara Tembus 102,5% Setara Rp1.942 Triliun

Secara rinci, defisit tersebut berasal dari selisih pendapatan dan belanja negara sepanjang 2018. Di mana, pendapatan tercatat sebesar Rp1.942,3 triliun atau mencapai 102,5% dari target yang ditetapkan dalam APBN sebesar Rp1.894,7 triliun.

Menurut Bendahara Negara tersebut, realisasi pendapatan ini merupakan kinerja yang baik, sebab sejak 2012 ini menjadi pertama kalinya penerimaan lebih besar dari target.

"APBN 2018 adalah salah satu yang pernah mengalami realisasi lebih besar dari (target dalam) UU APBN-nya," imbuhnya.

Adapun komponen pendapatan yakni penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.521,4 triliun atau tumbuh 13,2% dari tahun lalu. Realisasi ini setara dengan 102,5% dari target dalam APBN 2018 yang sebesar Rp1.894,7 triliun.

grafik

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp407,1 triliun dari target Rp275,4 triliun, serta dari hibah tercatat sebesar Rp13,9 triliun dari target Rp1,2 triliun.

"Pendapatan negara Rp1.942,3 triliun dalam hal ini tumbuh 16,6% dari tahun lalu. Jadi dari sisi pendapatan negara nampak sangat baik," katanya.

Sementara dari sisi belanja negara tercatat Rp 2.220,2 triliun atau mencapai 99,2% dari target yang sebesar Rp 2.220,7 triliun. Angka tersebut juga tercatat tumbuh 9,7% dari tahun lalu.

Secara rinci, realisasi belanja pemerintah pusat untuk kementerian dan lembaga (K/L) sebesar Rp836,2 triliun atau 98,7% dari target dari Rp 847,4 triliun. Belanja non K/L termasuk subsidi realisasinya Rp608,2 triliun atau 100,2 persen, melampaui target yang sebesar Rp607,1 triliun.

"Untuk transfer ke daerah, dana transfer ke daerah dan dana desa hampir terealisasi keseluruhan. Transfer ke daerah Rp697,9 triliun atau 98,8%, tumbuh 2,3% dari tahun lalu. Serta dana desa terserap Rp59,9 triliun atau nyaris 100% yaitu 99,8% dari target Rp60 triliun," pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini