nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nilai Tukar Petani Naik Tipis 0,04% pada Desember 2018

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 02 Januari 2019 15:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 02 320 1999012 nilai-tukar-petani-naik-tipis-0-04-pada-desember-2018-kaW7qKJeIC.jpg Petani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional pada Desember 2018 naik tipis sebesar 0,04% dibandingkan November 2018. Adanya kenaikan indeks menjadi sebesar 103,16 dari bulan lalu yang sebesar 103,12.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, kenaikan NTP disebabkan kenaikan indeks harga yang diterima petani lebih tinggi ketimbang kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian.

"Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 33 provinsi di Indonesia pada Desember 2018, NTP secara nasional naik 0,04%," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BPS, Rabu (2/1/2019).

Baca Juga: Nilai Tukar Petani Naik Jadi Tanda Daya Beli Terus Membaik

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani.

Pria yang akrab disapa Kecuk itu menjelaskan, kenaikan NTP dipengaruhi pada subsektor tanaman pangan sebesar 0,75% dan subsektor peternakan sebesar 0,17%. Sebaliknya holtikultura turun 0,02%, subsektor tanaman perkebunan rakyat turun 1,16%, subsektor perikanan turun 0,04%.

Kenaikan NTP petani ini pun seiring terjadinya kenaikan harga pada gabah kering panen di tingkat petani sebesar 2,35% dan harga beras medium di penggilingan sebesar 2,03%.

Petani Persawahan Samata Gowa Gunakan Tenaga Kuda untuk Angkut Hasil Panen

Adapun kenaikan NTP tertinggi pada November 2018 terjadi di Provinsi Maluku mencapai 0,81%. Sebaliknya penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Sulawesi Barat mencapai 2,34%.

Kecuk menambahkan, pada Desember 2018 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,58%. "Ini disebabkan kenaikan indeks pada seluruh kelompok penyusun Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT)," katanya.

Sementara Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Desember 2018 sebesar 112,21 atau naik 0,26% dibanding NTUP bulan sebelumnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini