nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Asing Ikut Beri Utang untuk Pembangunan Tol Cipali, Siapa Saja?

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 03 Januari 2019 17:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 03 320 1999525 asing-ikut-beri-utang-untuk-pembangunan-tol-cipali-siapa-saja-uH2Oa1jJbE.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) buka suara terkait bangun tol Cikopo-Palimanan (Cipali) tanpa utang. Pasalnya, isu tersebut ramai menjadi perbincangan publik menyusul komentar Sandiaga Uno yang menyebut pembangunan tol Cipali tanpa menggunakan utang.

Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna mengatakan, dalam pembangunan jalan tol Cikopo-Palimanan tersebut memang pemerintah tidak berutang satu Rupiah pun. Karena menurutnya, yang berutang di dalamnya adalah Badan Usaha Jalan Tol yang diberikan tugas oleh pemerintah karena menang tender.

"Pemerintah enggak utang di sana. Jadi yang berutang PT Lintas Marga Sedaya (LMS)," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (3/1/2019).

Baca Juga: Tol Cipali Dibangun Tanpa Utang? Ini Fakta Sebenarnya

Herry menambahkan, pembangunan jalan tol tersebut menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Artinya BUJT dalam hal ini LMS lah yang bertugas untuk membangun dan mengelola jalan tol tersebut.

"Dari hubungannya pemerintah berkontraksi dengan LMS. LMS tugasnya membangun memelihara dan mengoperasikan selama masa konsesi," jelasnya.

Herry menjelaskan, dalam pembangunan jalan tol tersebut ada sumber pembiayaan yang didapatkan BUJT. Pertama adalah pembiayaan berasal dari equity dan yang kedua adalah berasal dari utang.

Adapun 70% utang tersebut berasal dari kredit sindikasi perbankan. Ada 22 bank yang memberikan pinjaman pada proyek jalan tol tersebut baik itu Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bank swasta nasional hingga bank asing.

Baca Juga: Sandiaga Bilang Bangun Tol Cipali Tanpa Utang, NasDem: Tidak Logis!

Dalam sindikasi itu, BCA sebagai mandated lead arranger and bookrunner (MLAB), agen fasilitas, agen jaminan dan agen penampungan, sarana multi infrastruktur dan Bank Mandiri sebagai lead arranger, Bank Panin sebagai arranger, serta Indonesia Infastructure Finance, Bank BJB, Bank DKI, dan Bank ICBC Indonesia sebagai partisipan.

Di sisi lain ada beberapa bank asing yang ikut memberikan pinjaman. Seperti Bank asal Inggris Standar Chartered, Bank asal Singapura OCBC, Bank Asal China ICBC, Bank asal Jepang yakni Sumitomo Mitsui Banking Coorporation (SMBC) dan Bank asal Jerman Deutsche Bank.

"Membangunnya itu uangnya ada yang utang ada yang equity. Utangnya itu 70% , equity 30% jadi yang berutang LMS. Tapi dibayar dengan pendapatan," jelasnya.

Sebelumnya, Calon Wakil Presiden Nomor Urut 2 Sandiaga Uno sebelumnya mengatakan, tidak akan bergantung dengan utang jika terpilih menjadi wakil presiden. Dia mengklaim, pembangunan Tol Cipali sendiri bebas utang.

"Bisa (tanpa utang), saya membangun Cikopo-Palimanan 116 kilomoter tanpa utang sama sekali," kata Sandi usai berdialog dengan pelaku UMKM di Foodcourt Urip Sumoharjo, Surabaya, Selasa beberapa waktu lalu.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini