nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sederet Fakta Pembukaan Perdagangan Saham 2019, Nomor 3 Patut Disimak

Mulyani, Jurnalis · Senin 07 Januari 2019 06:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 04 278 1999747 sederet-fakta-pembukaan-perdagangan-saham-2019-nomor-3-patut-disimak-GifFibl6Pj.png Pembukaan Perdagangan Saham 2019 (Foto: Okezone)

JAKARTA Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka perdagangan sahamnya kembali pada 2 Januari 2019. Pembukaan perdagangan saham dilakukan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Berikut fakta-fakta mengenai pembukaan perdagangan saham yang telah dirangkum Okezone, Senin (7/1/2019).

1. Perdagangan Bursa Dibuka oleh Menko Darmin

Perdagangan saham 2019 dibuka Menko Darmin Nasution, didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso hingga Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi. Pembukaan perdagangan tersebut ditandai dengan pemencetan sirine dan dilanjutkan oleh sambutan dari Menko Darmin.

2. Saham Dibuka Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan saham 2019. IHSG naik 10,4 poin atau 0,16% ke 6.204. Tercatat, ada 96 saham menguat, 63 saham melemah, dan 140 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp171,9 miliar dari 303,8 juta lembar saham diperdagangkan.

Baca Juga: Tekan Risiko di Pasar Modal, Pelaku Pasar Diingatkan Jaga Integritas

Saat itu, mayoritas sektor penggerak IHSG menguat dengan sektor manufaktur memimpin penguatan sebesar 0,1% dan sektor perkebunan melemah 0,3%.

3. Ekonomi Indonesia menunjukan Daya Tahannya

Kondisi ekonomi Indonesia 2018 banyak mendapatkan guncangan dari ekonomi global. Namun, Indonesia dapat menghadapi masalah tersebut dengan baik.

"Satu yang membanggakan kita bisa melewati 2018 dengan baik. Ekonomi jelas menunjukkan daya tahannya terhadap gejolak yang terjadi di dunia internasional," ucap Darmin.

Sebagai salah satu contohnya adalah adanya perubahan kebijakan fiskal yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat (AS) dan juga Bank Sentral AS The Fed yang menaikkan suku bunga acuannya (Fed Fund Rate).

Belum lagi lanjut Darmin, adanya perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina yang terus berlanjut hingga akhir tahun. Adanya perang dagang sangat mempengaruhi perdagangan internasional.

4. Darmin Meyakinkan Investor untuk Optimis

Darmin mengajak pelaku pasar modal untuk optimis dan semangat dengan kondisi ekonomi Indonesia di tahun 2019. Menurut Darmin, optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Sebab menurutnya, pada tahun 2019 ini seluruh indikator ekonomi global mengarah ke arah yang lebih baik.

Baca Juga: BEI Optimistis Bisa Jaring 57 Emiten Baru Tahun Ini

"Mari sama-sama mengawali tahun 2019 dengan penuh semangat dan optimisme. Bahwa tahun ini akan lebih baik Insya Allah dari tahun 2018" ujarnya.

5. Permasalahan Ekonomi Global Mulai Membaik

Menurut Darmin, permasalahan ekonomi global mulai membaik pada tahun 2019 ini. The Fed sendiri hanya akan menaikan suku bunga acuannya sebanyak dua kali saja, sedangkan perang dagang juga mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

"Agak lenggang pada saat pertemuan di Argentina. Tapi saat hari kemudian kita dikejutkan lagi dengan hal yang ini benar atau enggak perang dagang akan mereda. Hari-hari ini mendengar kalau presiden Tiongkok sudah melakukan langkah-langkah untuk mencapai percepatan," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini