INSA Minta Solusi Bereskan Panjangnya Antrean di Terminal Peti Kemas Makassar

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 04 Januari 2019 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 04 320 1999809 insa-minta-solusi-bereskan-panjangnya-antrean-di-terminal-peti-kemas-makassar-5CupECxF4N.jpg Ilustrasi: Foto Koran Sindo

JAKARTA - Antrean belasan kapal peti kemas untuk melakukan bongkar muat di Terminal Peti Kemas Makassar (TPM) semakin panjang. Bahkan sejumlah kapal harus menunggu 5–7 hari untuk dapat melakukan bongkar muat barang. Kondisi ini membuat beban biaya yang harus ditanggung pemilik kapal semakin besar.

Ketua DPC Indonesian National Shipowner’s Association (INSA) Makassar Capt Zulkifli Syahril berharap pengelola terminal peti kemas Makassar segera mencari solusi terbaik sehingga pelaku usaha dapat memangkas beban biaya. Apalagi sebagai gerbang utama perekonomian wilayah Indonesia Timur, Makassar memiliki posisi strategis dalam bisnis logistik nasional.

“Semakin lama aktivitas bongkar muat barang, biaya logistik akan semakin tinggi. Apalagi tarif bongkar muat kapal juga baru naik. Kasihan pengusahanya jika situasi seperti ini terus berlarut-larut,” ujar Zulkifli.

Baca Juga: Arus Peti Kemas TPK Koja Lebih dari 1 Juta TEUs, Raihan Tertinggi dalam 20 Tahun

Menurut dia, antrean panjang kapal peti kemas ini sudah terjadi sekitar dua bulan. Hingga kini, ada 17 kapal yang mengantre. Kondisi ini diperkirakan baru akan kembali normal pada Februari mendatang atau setelah beroperasinya Pelabuhan MNP.

“Kemarin ada kesalahan teknis. Ada perawatan pada RTG (alat pengangkutan) yang membuat kapal antre,” ungkapnya.

Kepala Otoritas Pelabuhan Makassar Harno Trimadi mengatakan, menumpuknya kapal peti kemas di TPM terjadi akibat kondisi terminal yang sudah overload. Kapasitas TPM hanya sebesar 600.000 twentyfoot equivalent unit (TEUs). Sementara barang masuk sudah mencapai lebih 670.000 TEUs.

“Ada belasan kapal yang mengantre. Kondisi ini sudah terjadi beberapa minggu. Sempat kembali normal saat Menteri Perhubungan datang beberapa waktu lalu,” katanya.

Baca Juga: Volume Peti Kemas Internasional Oktober di TPS Naik 4,34%

Selain faktor kenaikan frekuensi kapal dan barang yang masuk ke pelabuhan Makassar, tertundanya aktivitas bongkar muat belasan kapal ini juga terjadi akibat berkurangnya peralatan di TPM. Pasalnya, sebagian peralatan sudah dipindahkan ke terminal baru, yaitu Makassar New Port (MNP) yang sudah diuji coba pada 2 November tahun lalu. Masalahnya, lanjut dia, aktivitas kapal menuju MNP tidak mulus lantaran jalur menuju terminal baru ini cukup dangkal sehingga mayoritas kapal pengangkut peti kemas lebih memilih untuk bongkar muat di terminal lama.

“Untuk mengantisipasi masalah ini, kita alihkan bongkar muat sebagian kapal ke terminal multipurpose,” imbuh Harno.

Berdasarkan data di TPM, beberapa kapal yang kini sedang antre adalah Maratus Menado yang akan bongkar 522 boks peti kemas dan muat 540 boks peti kemas. Kapal Strait Mas bongkar 510 boks dan muat 243 boks, sementara kapal CTP Innovation akan bongkar 358 boks dan muat 392 boks.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini