nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Jonan: Subsidi Energi Naik tapi PNBP ESDM Juga Naik

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 04 Januari 2019 16:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 04 320 2000040 menteri-jonan-subsidi-energi-naik-tapi-pnbp-esdm-juga-naik-lgyIpwTWRG.jpeg Menteri ESDM Ignasius Jonan. Foto: Yohana/Okezone

 JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, realisasi anggaran subsidi energi sepanjang 2018 mencapai Rp153,5 triliun. Angka ini melonjak Rp55,9 triliun dari realisasi di 2017 yang sebesar Rp97,6 triliun.

"Subsidi energi memang naiknya cukup besar di 2018," ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (4/1/2019).

Menurut Jonan, meski terjadi kenaikan anggaran subsidi energi namun hal itu diiringi dengan peningkatan penerimaan negara di sektor ESDM. Di mana penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor ESDM sepanjang 2018 mencapai Rp217,5 triliun atau setara 181% dari target dalam APBN 2018 yang sebesar Rp120,5 triliun.

Baca Juga: Realisasi Anggaran Kementerian ESDM Capai 90%

Dibandingkan dengan realisasi di 2017, penerimaan tahun lalu juga jauh lebih tinggi, di mana PNBP sektor ESDM sebesar Rp132 triliun atau setara 119% dari target APBN 2017 Rp111,3 triliun.

"Subsidi ini kan didanai oleh penerimaan, dan penerimaan ini naik banyak, dari target ada peningkatan Rp97 triliun. Dibandingkan dengan 2017 juga naik Rp85,5 triliun," jelasnya.

Secara rinci, di 2018 subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG mencapai Rp97 triliun, baik dari 2017 yang sebesar Rp47 triliun. Sedangkan untuk subsidi listrik mencapai Rp56,5 triliun, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp50,6 triliun.

Menteri Jonan Yakin GESITS Mampu Bersaing dengan Motor Konvensional 

Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belanja subsidi energi di 2018 yang sebesar Rp153,5 triliun melampaui alokasi dalam APBN 2018 yang sebesar Rp94,5 triliun atau 162% dari target. Sedangkan subsidi BBM dan LPG bengkak 207% dari alokasi Rp46,7 triliun. Lalu subsidi listrik tercatat bengkak 118,6% dari alokasi sebesar Rp47,7 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, membengkaknya belanja subsidi energi ini dipicu kenaikan harga minyak mentah dunia. Hal ini membuat pemerintah menambah subsidi pada energi. Kemenkeu mencatat harga minyak dunia mencapai USD67,5 per barel, memang meleset dari asumsi APBN 2018 yang sebesar USD48 per barel.

"Subsidi kita terbelanjakan lebih tinggi dari target, karena ada perubahan kebijakan subsidi energi terutama BBM per liter dari Rp500 jadi Rp2.000 per liter saat harga minyak tinggi meskipun di akhir tahun (harga minyak) sudah mengalami penurunan," kata dia dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu 2 Januari 2019.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini