JAKARTA - Anggaran untuk perawatan dan pengoperasian prasarana perkeretapian milik negara (IMO) tahun 2019 mengalami penurunan. Pada tahun 2019 ini anggaran IMO hanya mencapai Rp1,1 triliun saja, padahal tahun sebelumnya anggaran IMO mencapai Rp1,3 triliun.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi penyebab mengapa ada pemangkasan anggaran. Pertama adalah penggunaan anggaran untuk kebutuhan yang lain seperti salah satunya adalah pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya.
"Ini ada satu policy yang integrated dari Kementerian Keuangan. Karena uang yang lain untuk digunakan membangun Jakarta-Surabaya," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (4/1/2019).
Baca Juga: Dana Perawatan dan Pengoperasian Kereta Api Dipangkas Jadi Rp1,1 Triliun
Selain itu lanjut Budi, alasan lain mengapa anggaran perawatan turun adalah karena kinerja PT KAI (Persero) yang semakin membaik, sehingga menurutnya sudah saatnya PT KAI bisa mandiri dan tidak terus dimanjakan dengan uang yang diberikan oleh pemerintah.