nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Bulan Nilai Apple Hilang Rp6.456 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Minggu 06 Januari 2019 11:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 06 320 2000562 3-bulan-nilai-apple-hilang-rp6-456-triliun-GPNFB5NpLw.jpg Ilustrasi: Foto Koran Sindo

Perusahaan yang menelan kerugian terbesar ialah Apple dan pesaingnya dari Korea Selatan (Korsel), Samsung Electronics Co Ltd. Pertumbuhan performa penjualan kedua raja smartphone itu kalah jauh dari perusahaan lokal China seperti Huawei, Oppo, dan Lenovo.

Samsung menyatakan pada Desember tahun lalu akan menutup operasi satu pabrik telepon genggam mereka di Tianjin, China, setelah pangsa pasarnya jatuh menjadi 1% pada kuartal pertama 2018 dari 15% pada pertengahan 2013.

“Keputusan sulit ini kami keluarkan untuk mengefisienkan fasilitas produksi,” ungkap Samsung. Dalam suratnya kepada investor, Apple menurunkan perkiraan penjualan menjadi USD84 miliar pada kuartal pertama tahun ini dari sebelumnya USD89 miliar- USD93 miliar.

Pesimisme baru kali ini ditunjukkan Apple sejak merilis iPhone pada 2007. Saham Apple tergelincir sebesar 7,7% dalam hitungan jam hingga membuat nilai perusahaan jatuh di bawah USD700 miliar. Langkah yang diambil Apple bukanlah berita yang mengejutkan.

Pada November tahun lalu, firma Cupertino menyatakan akan berhenti memublikasikan data unit penjualan iPhone dan perangkat keras lainnya. Hal tersebut menyebabkan para pengamat mencurigai penjualan iPhone akan segera jatuh dalam waktu dekat.

Kecemasan juga melanda beberapa pabrik komponen smartphone. Kondisi itu kian membuat para pengamat pesimistis dengan prospek bisnis iPhone. Pada November, Cook mengeluarkan pernyataan bahwa pertumbuhan penjualan di pasar yang sedang berkembang seperti Brasil, India, dan Rusia juga melambat signifikan.

Kendati demikian Cook masih percaya diri dan optimistis akan meraih kesuksesan di China. Hal itu disampaikan Cook saat perang dagang AS dan China belum berdampak besar. Penurunan prediksi penjualan iPhone menunjukkan perusahaan multinasional besar sekelas Apple dapat terjatuh akibat lambatnya ekonomi China.

Perusahaan automotif seperti Ford Motor Co, Hyundai Motor Co, dan Nissan Motor Co Ltd juga sebelumnya menyatakan berencana memangkas jumlah produksi di China. Apple terancam mengalami kondisi yang lebih buruk karena harga premium yang saat ini ditetapkan dapat memperburuk bisnis iPhone di China.

“Bagaimana prospek masa depan Apple dalam jangka panjang di China jika strategi harga ini masih diterapkan?” kata pengamat James Cordwell dari Atlantic Equities. Pada kuartal keempat tahun lalu yang berakhir 29 September, penjualan unit iPhone berlangsung datar dan hanya meraup pendapatan sekitar USD166,7 miliar.

Kepala ekonom di Capital Investment Counsel Hal Eddins mengatakan, sebagai salah satu pemilik saham Apple, pihaknya merasa pesimistis atas apa yang disampaikan Tim Cook mengenai perang dagang antara AS dan China.

Sementara itu Presiden AS Donald Trump menegaskan tetap teguh dengan kebijakannya. Dia menyatakan tidak khawatir dengan menurunnya harga saham Apple dan prediksi pendapatan perusahaan itu.

“Apple sudah sukses dan merupakan perusahaan besar. Mereka akan baik-baik saja. Tim Cook dan para karyawannya bisa meningkatkan produksi di negeri sendiri (Amerika Serikat),” ujar Trump. (Muh Shamil)

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini