nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bahas Ekonomi 2019, Wapres JK: Kita Perlu Ide dan Kritikan

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 10:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 08 20 2001380 bahas-ekonomi-2019-wapres-jk-kita-perlu-ide-dan-kritikan-POjBRJaO8U.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka acara diskusi outlook perekonomian Indonesia 2019. Acara itu sendiri sebagai ajang untuk mengetahui bagaimana kondisi perekonomian baik global maupun di dalam negeri.

Dalam sambutannya, JK menyambut baik diskusi pada pagi hari ini. Apalagi dalam diskusi ini seluruh pihak dari mulai pemerintahan, pengusaha, hingga akademisi dilibatkan.

Menurut JK, diskusi ini harus bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan masukan sebanyak-banyaknya. Karena menurutnya, jika hanya menampilkan narasumber dan peserta dari pemerintahan, maka tidak akan ada kritikan dan masukan yang bisa membangun.

"Kita membutuhkan ide, kritikan pandangan objektif. Karena kalau pujian saja tidak akan produktif. Kenapa temanya ke depan agar ada kritikan jadi ada pandangan yang berbeda," ujarnya dalam acara Outlook Perekonomian Indonesia 2019 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

 Baca Juga: Wapres JK Akan Bahas Ekonomi 2019 Bareng Menteri hingga Pengusaha

Menurut JK, masukan tersebut nantinya bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi mengenai apa saja yang akan dilakukan ke depannya. Karena menurutnya, tidak ada satupun negara maju yang mengevaluasi tanpa ada satupun kritikan.

"Kalau tidak ada kritikan kita akan berbicara yang baik baik saja," ucapnya.

Lagi pula lanjut JK, dalamnya menjalankan perekonomian diperlukan saling melengkapi dan mengisi. Sebagai salah satu contohnya adalah bagaimana pemerintah bisa membuat satu regulasi, sedangkan pengusaha merupakan orang uang menjalankan proses perdagangan seperti ekspor impor.

"Memang kalau pengen maju mengevaluasi ke depan apa yang telah dan apa yang akan. Dalam kesempatan ini membutuhkan pandangan bersama karena apa yang kita lanjutkan perlu kebersamaan. Partisipasi pemerintah dalam menjalankan regulasi, pengusaha yang menjalankan," jelasnya.

 Baca Juga: Ekonomi RI di Bawah Bayang-Bayang China dan Harga Komoditas

Sebagai informasi, acara itu sendiri nantinya akan dibagi menjadi dua panel diskusi. Panel pertama nantinya akan membahas tentang bagaimana cara meningkatkan competitiveness di era globalisasi.

Dalam diskusi panel pertama tersebut nantinya akan diisi oleh sejumlah pembicara baik itu dari perwakilan pemerintah hingga pengusaha. Adapun pihak pemerintah yang akan mengisi sebagai pembicara adalah seperti Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, hingga Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Sementara dari pihak pengusaha ada Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani. Kemudian ada juga perwakilan dari ekonom yang berasal dari Mandiri Institute yakni Anton Gunawan.

 Baca Juga: Menko Darmin Akui 58% Pekerja di Indonesia Tamatan SMP

Sementara itu panel diskusi kedua akan membahas masalah peran industri dan teknologi dalam mendorong ekspor. Dalam diskusi panel kedua tersebut nantinya akan diisi oleh sejumlah pembicara baik itu dari perwakilan pemerintah hingga pengusaha juga.

Dari pihak pemerintah akan diisi oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Sementara dari pihak pengusaha akan ada CEO Astra Internasional Prijono Sugiarto, CEO PT Brodo Ganesha Indonesia Yukka Harlanda, CEO Mayora Andre Sukendra Atmadja hingga Direktur Utama PT Inka Budi Noviantoro.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini