nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rupiah Masih Menguat ke Level Rp14.027/USD Pagi Ini

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 09:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 08 278 2001334 rupiah-masih-menguat-ke-level-rp14-027-usd-pagi-ini-q8RtOd04qM.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mempertahankan penguatan pada pembukaan perdagangan pagi ini. Rupiah pun masih nyaman di level Rp14.000-an per USD.

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Selasa (8/1/2019) pukul 08.58 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange dibuka menguat 55 poin atau 0,39% ke level Rp14.027 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.002 per USD – Rp14.059 per USD.

Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah menguat 55 poin atau 0,3% ke Rp14.030 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.990 per USD – Rp14.102 per USD.

 Baca Juga: Rupiah Menguat, Sri Mulyani: Kita Akan Jaga Bersama

Seperti yang diberitakan Okezone, Kurs dolar AS memperpanjang pelemahan pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena investor mata uang berspekulasi bahwa kenaikan suku bunga akan melambat tahun ini setelah pernyataan dovish ketua Federal Reserve AS minggu lalu.

Pasar valuta asing global menjalani hari pertama minggu ini dengan perdagangan yang tidak menentu, karena kenaikan suku bunga lebih sedikit di tahun ini akan menyebabkan lebih banyak uang panas atau hot money mengalir di pasar.

Ini akan memangkas keunggulan komparatif greenback terhadap mata uang utama lainnya, terutama yang memiliki fungsi sebagai mata uang safe haven seperti franc Swiss. Dolar AS kehilangan 0,7% terhadap franc Swiss pada Senin.

 Baca Juga: Dolar AS Jatuh, Investor Spekulasi Perlambatan Bunga The Fed

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa tidak ada jalur yang telah ditentukan untuk kenaikan suku bunga serta The Fed akan bersabar dan mengawasi suara-suara pasar keuangan.

"Seperti biasa, tidak ada jalur yang ditetapkan untuk kebijakan," kata Powell, bersama dengan pendahulunya Janet Yellen dan Ben Bernanke pada pertemuan tahunan American Economic Association di Atlanta.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini