Terobosan di Industri Game yang Tembus Miliaran Dolar AS

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 08 320 2001541 terobosan-di-industri-game-yang-tembus-miliaran-dolar-as-vDX8JCBnnm.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Pada 1996, CUC International membeli Davidson & Associates senilai USD1,6 miliar dan mengeluarkan USD1,5 miliar untuk membeli penerbit game Sierra On-Line.

CUC kemudian bergabung dengan HFS dan berganti nama menjadi Cendant. Pada 1998, CUC ditangkap karena penipuan yang terjadi bertahun-tahun sebelum merger. Cendant Stock kehilangan 80% nilainya selama enam bulan ke depan.

Bisnis game lantas dijual pada 1998 ke penerbit Prancis, Havas, yang dimiliki perusahaan media Prancis, Vivendi. Blizzard menjadi bagian dari grup Vivendi Games. Vivendi juga mengakuisisi Universal, perusahaan film, pada 2000. Pada saat itu Blizzard memiliki 200 karyawan.

Baca Juga: Game One Piece Hadirkan Trailer Baru

Morhaime menyadari jalur kepemimpinan macam apa yang terbaik baginya untuk diambil karena perusahaan menjadi semakin besar. Blizzard tetap berada di bawah struktur kepemilikan yang sama sampai Vivendi Games bergabung dengan Activision pada Juli 2008 dalam kesepakatan senilai USD18,9 miliar.

Itu menyebabkan lahirnya Activision Blizzard, dengan Blizzard Entertainment masih beroperasi secara independen dengan perusahaan yang lebih besar. Saat itu Blizzard memiliki 2.600 karyawan. Morhaime terus menjalankan Blizzard secara independen, tetapi dia melaporkan kepada CEO Activision Blizzard, Bobby Kotick.

Baca Juga: PUBG Jadi Game dengan Penjualan Terbaik di 2018

Activision Blizzard saat ini bernilai hampir dua kali lipat dari pesaing terdekatnya, Electronic Arts, yang senilai USD35 miliar. Charles Huang, salah satu pencipta game Guitar Hero dan mantan kepala Red Octane, mengatakan bahwa Morhaime membimbing World of Warcraft untuk menjadi game bernilai hingga miliar dolar pertama dalam sejarah industri.

“Dia adalah pemimpin yang luar biasa. Dia memiliki pengetahuan gabungan terdalam tentang pengembangan game dan bisnis yang pernah saya temui,” ungkapnya. (Danang)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini