nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Bos Inka yang Taklukan Produk China untuk Tembus Pasar Ekspor

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 18:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 08 320 2001674 cerita-bos-inka-yang-taklukan-produk-china-untuk-tembus-pasar-ekspor-9j7sqHdm2i.png Kereta Buatan INKA (Foto: Instagram Kementerian BUMN)

JAKARTA - PT Industri Kereta Api (Inka) telah mengekspor beberapa kereta produksinya ke luar negeri. Beberapa negera yang telah menikmati kereta buatan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu adalah seperti Srinlanka hingga Filipina.

Direktur Utama PT Inka (Persero) Budi Noviantoro mengatakan, untuk bisa mengekspor hasil buatannya ke luar negeri bukanlah langkah yang mudah. Karena banyak tantangan yang harus dilewati sebelum akhirnya bisa masuk ke pasar ekspor.

Salah satu tantangan yang harus dihadapi adalah bagaimana caranya bisa mengalahkan produk asal China. Menurut Budi, produk asal China memang menjadi momok bagi siapa pun perusahaan yang ingin mencoba masuk ke pasar ekspor.

Baca Juga: Ini Penampakan Kereta Buatan Inka Pakai Baja Krakatau Steel

Bahkan sebelum benar-benar mantap mengekspor, dirinya mengaku sempat berfikir ulang untuk menghadapi produk China. Bagaimana tidak, produk-produk yang ditawarkan China relatif lebih murah dibandingkan dengan negara lainnya.

"Kita masuk pasar itu memang enggak mudah. Di mana pun kapan pun ketemu China terus," ujarnya di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Namun menurut Budi, pihaknya tidak mau menyerah begitu saja. Bahkan pihaknya memberanikan diri untuk menghadapi produk murah asal China.

Menurut Budi, memang dalam menghadapi pasar ekspor diperlukan tiga tips. Bagaimana produk tersebut harus lebih baik, lebih cepat dan terkakhir adalah lebih murah.

Karena menjalankan tiga tips tersebut, Inka pun akhirnya berhasil menembus pasar ekspor. Sebab dari sisi kualitas, produk buatan perusahaan BUMN itu jauh lebih baik dibandingkan produk China.

"Artinya kita harus lebih murah harus lebih bagus dan cepat delivery-nya. Itu saja kuncinya. Kalau harga saya fikir kita masih dengan China," jelasnya.

Baca Juga: PT Inka Buka Lowongan Kerja Jadi Sekretaris, Syaratnya Wanita Muda Maksimal 25 Tahun

Sebagai informasi sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, dalam menghadapi perekonomian di 2019, pemerintah akan mendorong ekspor lebih besar lagi. Karena menurutnya, ekspor menjadi salah satu pendongkrak perekonomian sekaligus daya saing.

JK menambahkan, untuk mendongkrak daya saing ekspor ada tiga hal yang harus dilakukan. Adalah harus lebih baik, lebih cepat dan juga harus lebih murah.

"Ekspor sebagai salah satu sistem yang tidak mungkin kita hindari. Masalahnya semua negara berfikir yang sama. Maka timbulah persaingan. Nah dalam persaingan ada tiga, yang lebih baik , lebih cepat dan lebih murah," jelasnya

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini