nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inka Incar Kontrak Rp7,2 Triliun pada 2019

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 19:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 08 320 2001692 inka-incar-kontrak-rp7-2-triliun-pada-2019-abjrQ6RwWv.png Kereta Buatan INKA (Foto: Instagram Kementerian BUMN)

JAKARTA - PT Industri Kereta Api (Inka) menyambut 2019 dengan optimisme. Pada 2019 ini perseroan menargetkan bisa mendapatkan kontrak hingga Rp7,2 triliun dengan penjualan di kisaran Rp3 triliun-Rp4 triliun.

Direktur Utama PT Inka (Persero) mengatakan, target tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Pada tahun lalu, Perseroan hanya menargetkan kontrak Rp4,9 triliun dengan realisasi penjualan Rp3,2 triliun.

"Salesnya kira-kira Rp7,2 triliun Tapi kalau penjualan sekitar Rp3 triliun-Rp4 triliun. Kalau 2018, target kitar Rp4,9 triliun tercapainya Rp3,2 triliun," ujarnya saat ditemui di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

 Baca Juga: Cerita Bos Inka yang Taklukan Produk China untuk Tembus Pasar Ekspor

Menurut Budi, ada beberapa alasan mengapa realisasi penjualan biasanya lebih kecil dibandingkan target. Karena biasanya beberapa kontrak yang dilakukan berdurasi tidak hanya satu tahun.

"Karena gini sales kian kontrak. Kadang-kadang kalau kontrak satu tahun kadang ada juga yang dua tahun," jelasnya.

 

Meskipun begitu lanjut Budi, dirinya mengaku optimis dalam menyambut 2019. Sebab pihaknya telah menyiapkan beberapa pasar ekspor baru di tahun 2019 ini.

Salah satu yang paling potensial adalah pasar di negara Senegal dan negara benua Afrika lainnya. Saat ini pihaknya bersama dengan pemerintah setempat tengah mendiskusikan bagaimana agar kesepakatan bisa segera rampung.

Baca Juga: Ini Penampakan Kereta Buatan Inka Pakai Baja Krakatau Steel

"Afrika potensinya kereta api banyak. Masalahnya mereka juga tidak punya uang cash sama dengan kita," jelasnya.

Di sisi lain lanjut Budi, pihaknya juga akan tetap melakukan ekspor kereta ke negara-negara yang sudah melakukan kerjasama dengan PT Inka. Seperti pengiriman ekspor kereta ke Bangaladesh, Srilanka hingga Filipi.

"Tetap Bangladesh 70 kereta, Sri langka 70, Filipina mau kerjasama, Senegal juga seperti itu kita mau kerjasama enggak perlu duit kerjasama ajalah," jelasnya

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini