nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Target Investasi Energi Terbarukan Turun Jadi USD1,79 Miliar

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 11:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 09 320 2001905 target-investasi-energi-terbarukan-turun-jadi-usd1-79-miliar-9N7QDrlMjI.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Pemerintah menargetkan investasi di subsektor Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) pada 2019 mencapai USD1,79 miliar. Target tersebut lebih rendah dibandingkan target tahun lalu yang sebesar USD2,01 miliar.

“Penentuan target ini menyesuaikan Rencana Usaha Penyedia Tenaga Listrik (RUPTL) PLN yang ada sekarang. Kami hitung semua dan hasilnya USD1,78 miliar,” ujar Direktur Jenderal EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridha Mulyana di Jakarta. Ridha optimistis, target investasi EBTKE dapat tercapai tahun ini. Adapun investasi akan banyak masuk dari luar negeri.

“Investasi jalan terus, tidak mandek. Artinya, masih banyak investasi yang masuk kebanyakan datang dari luar negeri,” ungkapnya. Investasi pada 2019 terdiri atas sektor bioenergi sebesar USD51 juta, lalu aneka energi baru dan energi baru terbarukan USD511 juta, dan konservasi energi USD7 juta.

Baca Juga: Rumah di Jakarta Seharusnya Tidak Pakai Rooftop Panel Surya, Ini Alasannya

Tahun ini juga diharapkan ada tambahan investasi dari lelang lima wilayah kerja panas bumi (WKP) sebesar USD1,23 miliar. Adapun WKP yang dilelang adalah WKP Sembulan, Nusa Tenggara Timur, dengan kapasitas 100 megawatt (MW).

Kemudian, WKP Laniea di Sulawesi Tenggara dengan kapasitas 66 MW, WKP Kotamobagu di Sulawesi Utara dengan kapasitas 100 MW, WKP Bora di Sulawesi Tengah dengan kapasitas 123 MW, dan WKP Telaga Ranu di Maluku Utara 85 MW.

Tak hanya itu, pihaknya juga menargetkan ada 98.481 Kepala Keluarga (KK) di wilayah terpencil atau daerah perbatasan yang nantinya bisa merasakan pembangkit listrik berbasis EBT. Sementara untuk investasi EBTKE sepanjang 2018, kata dia, mencapai USD1,6 miliar. Realisasi tersebut lebih rendah dari target USD2,01 miliar atau tercapai 79,6%.

rupiah

Meski begitu, Rida menyatakan bahwa nilai investasi ini sudah lebih baik dibandingkan 2017 sebesar USD1,3 miliar. Sementara itu, untuk realisasi penyerapan biodiesel pada 2018 mencapai 6 juta kilo liter. Realisasi tersebut melebih target sebesar 5,7 juta kilo liter.

“Dengan serapan tersebut, penghematan yang didapat mencapai Rp28,4 triliun,” kata dia. Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Haris mengatakan, proyek investasi di sektor EBTKE kebanyakan yang dibangun tahun ini adalah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Kendati begitu, untuk pembangkit masih akan didominasi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Terdapat sekitar 60 megawatt PLTD yang akan melakukan penandatanganan PPA (Power Purchase Agreement ) untuk tahun ini. “Untuk PLTS, PLTA, dan PLTM (Pembangkit Listrik Minihidro) nilai proyek yang pasti tahun ini mencapai USD510 juta,” ungkapnya.

Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari mengatakan, dua proyek PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) rencananya sudah mulai beroperasi pada Maret 2019, yakni PLTP Lumut Balai dan Muara Laboh. “Untuk PLTP Sokoria rencananya beroperasi pada semester II/2019,” ujarnya.

(Nanang Wijayanto)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini