nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasar Apartemen Diramal Masih Tak Bergairah di 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 19:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 09 470 2002219 pasar-apartemen-diramal-masih-tak-bergairah-di-2019-cTu7hk0DEA.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Prospek pasar apartemen di Jakarta pada tahun 2019 dinilai masih tak bergairah. Kondisi ini didorong kelebihan pasokan unit apartemen dan iklim tahun politik.

Berdasarkan laporan Colliers International Indonesia, sepanjang tahun 2018 saja terdapat 17.524 unit apartemen baru di Jakarta, jumlah ini meningkat 116% dibanding pasokan di tahun 2017. Padahal rata-rata tingkat serapan hunian apartemen hanya 86,9% di 2018.

Senior Associate Director Research Colliers Ferry Salanto menyatakan, di 2019 pasokan apartemen diperkirakan mencapai 20.150 unit. Adapun tingkat permintaan apartemen hanya akan berkisar 85%-86%.

Baca Juga: Penjualan Apartemen Redup, Investor Lebih Pilih Obligasi dan Deposito

Dia menilai, permintaan apartemen masih akan stagnan di tahun ini didorong Pilpres 2019, karena orang lebih menunggu sampai pemerintahan baru terbentuk. Hal ini untuk kepastian dalam melakukan investasi.

"Risiko pemilu itu lebih terasa ke kelas menengah ke atas karena dipengaruhi persepsi kestabilan politik dan ekonomi," kata dia di Gedung World Trade Center I, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Disamping iklim politik, pasar yang stagnan juga dipengaruhi adanya potensi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia, hal ini membuat kredit perbankan juga akan mengalami kenaikan. "Juga kemungkinan pelemahan rupiah yang berlanjut akibat ketidakpastian global," katanya.

Meski demikian, kondisi tersebut dinilai tak berpengaruh untuk pembeli apartemen dilur investasi. Menurutnya, pembeli end user lebih mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan tempat tinggalnya.

Baca Juga: Penjualan Apartemen 2018 Terendah dalam 10 Tahun

"Kalau ke end user sih, kalau keperluan memang untuk punya apartemen, tidak berpengaruh kondisi tahun politik atau perhitungan imbal hasil dari apartemen," katanya.

Ferry menyatakan, sejalan dengan permintaan yang stagnan pada apartemen, maka harga hunian ini juga diperkirakan tak akan mengalami kenaikan banyak pada tahun ini.

"Adapun okupansi apartemen di 2019 diprediksikan hanya akan mencapai 60%-65%," katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini