nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Beras, Presiden Jokowi: Kalau Produksi Tak Cukup, Ya Harus Impor

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 14:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 10 320 2002572 soal-beras-presiden-jokowi-kalau-produksi-tak-cukup-ya-harus-impor-LiItwnHdgX.jpg Foto: Jokowi Cek Gudang Beras Bulog (Taufik/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah telah melakukan impor beras sebanyak 2,2 juta ton pada Januari-November 2018. Presiden Joko Widodo (Jokowi), mengatakan bahwa kebijakan impor beras itu dilakukan apabila produksi dalam negeri memang benar-benar tidak bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Ya itu masalah produksi ya. Produksi kalau memang tidak cukup ya harus ditutup dengan kegiatan impor kalau tidak harganya pasti akan naik. Inilah fungsi Bulog," ujarnya kepada wartawan saat pengecekan stok beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (10/1/2019).

 Baca Juga: Dikritik soal Impor Beras, Begini Tanggapan Dirut Bulog

Sementara itu, Perum Bulog ingin membuat stok beras aman. Ini bukti bahwa Bulog sudah me-manage dengan baik dan sudah mulai hitung berapa kebutuhan berapa produksi dalam negeri dan kebutuhan impor untuk memenuhi kebutuhan beras nasional.

"Tadi pak Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga bilang kalau memang harus impor ya impor tapi sesuai kebutuhan kita," kata Dirut Bulog Budi Waseso.

Sebelumnya, Perusahaan Umum (Perum) Bulog kembali operasi pasar tahun 2019 secara masif dalam rangka menjaga Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) Beras Medium di Pergudangan Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten.

"Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi), kami (Bulog), terus laksanakan kegiatan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras medium di pasar-pasar strategis. Dan pasar yang berpotensi mengalami kenaikan harga, sebagai antisipasi terjadinya kenaikan harga beras pada awal tahun 2019," ujar Buwas.

 Baca Juga: Bos Bulog Pastikan RI Tak Perlu Impor Beras Beras hingga Juli 2019

Dia menjelaskan, sesuai dengan keputusan Ratas dengan Presiden Jokowi tanggal 27 Desember 2018, sehubungan dengan perkembangan harga beras yang mengalami tren kenaikan jelang awal tahun 2019. Maka itu pemerintah menugaskan Bulog untuk melakukan intervensi pasar secara masif melalui kegiatan OP-CBP selama 3 bulan ke depan dimulai dari bulan Januari 2019.

"Kami sadar, bahwa keberhasilan menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras medium di setiap daerah akan tercipta bila dilakukan secara bersama dengan dukungan seluruh pihak, terutama dari Pemerintah Daerah, Dinas terkait, Aparat terkait dan para pelaku pasar," tuturnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini